AdvBerita SukabumiKabupaten Sukabumi

Hardesnas 2026 Jadi Alarm Penguatan Peran DPMD, Desa Didorong Naik Kelas dari Administrasi ke Pusat Inovasi

×

Hardesnas 2026 Jadi Alarm Penguatan Peran DPMD, Desa Didorong Naik Kelas dari Administrasi ke Pusat Inovasi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 di Kabupaten Sukabumi tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menyoroti pentingnya penguatan peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai pengendali arah pembangunan desa.

Dari 381 desa yang ada di Kabupaten Sukabumi, hanya 47 kepala desa yang hadir dalam peringatan Hardesnas yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026). Kondisi ini dinilai menjadi pekerjaan rumah bagi DPMD dalam memperkuat konsolidasi, komunikasi, dan partisipasi pemerintahan desa secara menyeluruh.

Baca Juga: Jalan Kampung Mandala Diresmikan, Akses Warga Desa Tanjung Kini Lebih Lancar

Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menegaskan bahwa tantangan pembangunan desa saat ini bukan lagi pada ketersediaan program, melainkan pada kualitas tata kelola, kapasitas aparatur desa, dan keberanian berinovasi.

“Desa hari ini harus naik kelas. Tidak cukup hanya tertib administrasi, tetapi mampu mengelola potensi, membaca peluang, dan menciptakan nilai ekonomi bagi warganya,” ujarnya.

Menurutnya, DPMD memegang peran strategis sebagai jembatan kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan desa. Karena itu, Hardesnas dijadikan momentum untuk memperkuat kembali fungsi pembinaan, pendampingan, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Baca Juga: Hardesnas 2026, Bupati Sukabumi Tekankan Transformasi Desa dari Administratif ke Ekonomi Produktif

Isu utama yang menjadi perhatian DPMD pada Hardesnas 2026 adalah penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong transformasi desa menuju kemandirian ekonomi. Salah satu fokus yang dikawal DPMD adalah percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar tidak berhenti pada pembentukan legalitas semata.

“Banyak koperasi dibentuk, tapi tidak semuanya berjalan. Tugas kami memastikan koperasi desa benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata,” kata Samsul.

DPMD juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem inovasi desa, melalui peningkatan kapasitas aparatur, pemanfaatan teknologi digital desa, serta optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terintegrasi dengan koperasi dan UMKM lokal.

Baca Juga: Inter Milan Menang Tipis atas Lecce, Gol Esposito Pastikan Tiga Poin

Dalam rangkaian Hardesnas, DPMD Kabupaten Sukabumi telah menginisiasi kegiatan gotong royong bakti desa secara serentak sebagai upaya menghidupkan kembali partisipasi masyarakat dalam pembangunan berbasis komunitas.

Ke depan, DPMD menargetkan terwujudnya desa-desa yang tidak hanya mandiri secara administrasi, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi. Desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian Hardesnas 2026, Pemkab Sukabumi menyerahkan penghargaan kepada desa-desa berprestasi. Bagi DPMD, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk mempercepat transformasi desa di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.