Berita UtamaJawa Barat

113 Orang Terdampak Longsor Mematikan di Bandung Barat, Ini Langkah Pemprov Jabar

×

113 Orang Terdampak Longsor Mematikan di Bandung Barat, Ini Langkah Pemprov Jabar

Sebarkan artikel ini
Petugas SAR gabungan mengevakuasi korban tertimbun longsor di kaki Gunung Burangrang, Bandung Barat, Jawa Barat.
Petugas SAR gabungan mengevakuasi korban tertimbun longsor di kaki Gunung Burangrang, Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Cie Darma / Jabarku.id

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah penataan ulang kawasan terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat dengan melakukan penghutanan kembali area yang sebelumnya menjadi permukiman dan lahan pertanian. Kebijakan ini menyusul bencana longsor yang menelan puluhan korban jiwa di kaki Gunung Burangrang.

Bencana alam tersebut terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Longsor besar meluluhlantakkan rumah warga serta hamparan kebun sayur yang berada di lereng gunung.

Dilansir dari jabarku.id, data sementara mencatat sebanyak 113 orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, sembilan orang ditemukan meninggal dunia, 23 orang berhasil selamat, sementara 81 korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang, Dua Pelajar Tertimpa Pohon Tumbang di Kadudampit Sukabumi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak lagi layak untuk dihuni. Pemerintah daerah akan merelokasi warga sekaligus mengembalikan fungsi ekologis kawasan dengan program reboisasi.

“Permukiman dan aktivitas pertanian di lereng ini sudah berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Relokasi warga menjadi langkah penting, dan kawasan ini akan kita hijaukan kembali,” kata Dedi di lokasi bencana.

Menurutnya, struktur tanah yang labil ditambah pola tanam sayuran secara masif di lereng gunung menjadi faktor utama meningkatnya risiko longsor di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pemkot Sukabumi Lobi Kemenhub Usulkan KRL Bisa Tembus ke Kota Sukabumi

Sementara itu, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, serta relawan.

“Fokus kami saat ini adalah menemukan seluruh korban. Setelah proses evakuasi selesai, barulah pemulihan lingkungan akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap langkah reboisasi dan penataan ulang tata ruang dapat mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

bandung barat, pasirlangu, cisarua, gunung burangrang, longsor, dedi mulyadi, pemprov jawa barat, bencana alam, tim sar, relokasi warga,pasirkuda, pasir kuning

Reporter: Cie Darma / Jabarku.id