SUKABUMI – Di Indonesia, peringatan Nisfu Sya’ban tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga nilai sosial dan budaya. Di berbagai daerah, masyarakat Muslim mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, doa bersama, serta pembacaan Yasin dan tahlil.
Tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam beribadah. Meski terdapat perbedaan pandangan terkait praktik tertentu, para ulama sepakat bahwa selama kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam, nilai positifnya tetap dapat dirasakan.
Baca Juga : Ramuan Obat Kuat Stamina Pria dengan Akar dan Buah Pinang
Nisfu Sya’ban di Indonesia mencerminkan wajah Islam yang damai dan inklusif, di mana ibadah tidak hanya bersifat individual, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Melalui tradisi ini, Nisfu Sya’ban menjadi momentum spiritual sekaligus sosial dalam menyambut bulan suci Ramadan.(SE)

