Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Geger Kerangka Manusia di Kebun Cihaur Sukabumi, Diduga Warga Cipari

×

Geger Kerangka Manusia di Kebun Cihaur Sukabumi, Diduga Warga Cipari

Sebarkan artikel ini
Temuan kerangka di sebuah kebun menggegerkan warga Kampung Cipari, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan pada Senin pagi (2/2/2026).
Temuan kerangka di sebuah kebun menggegerkan warga Kampung Cipari, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan pada Senin pagi (2/2/2026). Foto: Istimewa

SUKABUMI – Penemuan kerangka manusia di sebuah kebun membuat warga Kampung Cipari, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan pada Senin pagi (2/2/2026). Kerangka tersebut ditemukan tidak jauh dari permukiman warga sekitar pukul 08.40 WIB.

Kerangka manusia itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial GR. Saat itu, ia tengah mengambil batang pohon pisang untuk keperluan penyangga tanah makam, bertepatan dengan adanya aktivitas pemakaman warga di sekitar lokasi.

“Saya kaget melihat ada kerangka manusia di kebun. Saya langsung memanggil warga lain agar segera melihat,” ujar GR.

Baca Juga: Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja

Penemuan tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warga setempat. Kerangka kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun Cimerak dan diteruskan ke Polsek Simpenan untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak keluarga menduga kuat kerangka tersebut merupakan Usup, warga Kampung Cipari yang dilaporkan menghilang sekitar tiga bulan lalu. Dugaan ini disampaikan langsung oleh anak korban, Dindin, yang mengenali pakaian yang masih melekat pada kerangka.

“Kami mengenali dari baju, celana, dan peci yang masih sama seperti yang dipakai ayah ketika terakhir terlihat,” kata Dindin.

Baca Juga: Karantina Sementara di Rumah Relawan, Elang Jawa di Nagrak Sukabumi Siap Diserahkan ke BKSDA

Meski demikian, hingga kini kepastian identitas kerangka manusia tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian. Aparat diharapkan dapat memastikan identitas serta mengungkap penyebab kematian korban.

Sementara itu, warga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang.