SUKABUMI — Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mengajak masyarakat Kecamatan Sagaranten untuk berperan aktif dalam kegiatan gotong royong menjelang pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau alun-alun kecamatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) sebagai bagian dari sosialisasi awal sekaligus penguatan kebersamaan warga.
Gotong royong ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, serta masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Sagaranten. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sebelum proyek pembangunan RTH direalisasikan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Budi Azhar Mutawali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan bersama tersebut.
Baca Juga: Misteri Surat Terakhir Pria Tergantung di Warungkiara Sukabumi, Korban Bullying?
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan gotong royong dalam rangka menyambut pembangunan Ruang Terbuka Hijau atau alun-alun Kecamatan Sagaranten,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelibatan masyarakat sejak tahap awal sangat penting agar pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki secara kolektif. Menurutnya, meskipun lokasi RTH berada di Desa Sagaranten, keberadaannya akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat kecamatan.
“Walaupun lokasi pembangunan berada di Desa Sagaranten, namun RTH ini nantinya menjadi kebanggaan seluruh warga Kecamatan Sagaranten,” tegasnya.
Budi Azhar juga menjelaskan bahwa koordinasi lapangan dilakukan bersama Camat Sagaranten, Danramil, dan Kapolsek setempat sebagai koordinator kegiatan. Gotong royong direncanakan berlanjut pada hari berikutnya guna mempercepat persiapan area pembangunan.
Baca Juga: Pelantikan DPAC JTM di Waluran Jadi Momentum Pelestarian Budaya Lokal
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarwarga dari 12 desa di Kecamatan Sagaranten.
“Yang paling penting adalah silaturahmi. Semua warga dari 12 desa bisa berkumpul, saling bertemu, dan berinteraksi. Itu nilai utama dari kegiatan ini,” katanya.
Budi berharap pembangunan RTH Sagaranten dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain berfungsi sebagai ruang publik, alun-alun kecamatan tersebut diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, serta memperkuat identitas wilayah.
Kegiatan gotong royong ditutup dengan kebersamaan sederhana antarwarga sebagai simbol kekompakan dan semangat kolektif dalam menyongsong pembangunan daerah.

