Berita SukabumiKabupaten Sukabumi

Disnakertrans Ingatkan Pentingnya Stabilitas Hubungan Industrial di Tengah Persaingan Investasi

×

Disnakertrans Ingatkan Pentingnya Stabilitas Hubungan Industrial di Tengah Persaingan Investasi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Di tengah ketatnya persaingan antar daerah dalam menarik investor, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menilai stabilitas hubungan industrial menjadi kunci utama agar investasi tidak hanya datang, tetapi juga bertahan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menegaskan bahwa kondusifitas daerah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari komitmen bersama antara perusahaan dan pekerja. Menurutnya, gesekan hubungan industrial yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menghambat masuknya investasi baru.

“Investor melihat stabilitas daerah. Kalau hubungan antara buruh dan perusahaan tidak harmonis, itu jadi pertimbangan serius,” ujar Sigit, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Jalan Rusak di Gandasoli Disurvei, Warga Harap Karya Bakti TNI Segera Digarap

Ia menjelaskan, investasi memiliki dampak langsung terhadap terbukanya lapangan kerja. Namun dampak tersebut hanya akan terasa maksimal jika iklim usaha berjalan sehat dan berkelanjutan. Karena itu, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan perlu ditempuh melalui dialog, bukan konflik berkepanjangan.

Sigit juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan antara pekerja dan dunia usaha. Komunikasi yang terbuka dinilai dapat mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar yang merugikan semua pihak.

Baca Juga: Dinas Perkim Sukabumi Pantau 33 Unit Bantuan Rutilahu di Jampangkulon Sukabumi

“Masalah pasti ada, tapi cara menyikapinya yang menentukan. Musyawarah dan komunikasi adalah jalan terbaik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” katanya.

Disnakertrans berharap, dengan hubungan industrial yang lebih dewasa dan saling memahami, Kabupaten Sukabumi dapat tampil sebagai daerah yang ramah investasi sekaligus berpihak pada kesejahteraan tenaga kerja.

“Targetnya bukan hanya investasi masuk, tapi investasi yang mampu tumbuh bersama masyarakat,” pungkasnya.