Sukabumi

Produksi Kopi Sukabumi Meledak di 2024, Kecamatan Ini Jadi Jawaranya

×

Produksi Kopi Sukabumi Meledak di 2024, Kecamatan Ini Jadi Jawaranya

Sebarkan artikel ini
Produksi Kopi Sukabumi Meledak di 2024, Kecamatan Ini Jadi Jawaranya
Produksi Kopi Sukabumi Meledak di 2024, Kecamatan Ini Jadi Jawaranya. Foto : AI

SUKABUMIProduksi kopi biji mentah atau green bean di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, total produksi kopi daerah tersebut mencapai 766,14 ton, meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut tercantum dalam publikasi Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kabupaten Sukabumi (ton), 2023 dan 2024. Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai salah satu sentra kopi di Jawa Barat dengan luas lahan perkebunan kopi mencapai 1.086 hektar berdasarkan data tahun 2020.

Komoditas kopi yang dikembangkan di wilayah ini didominasi jenis Arabika dan Robusta, yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Gegerbitung, Kadudampit, Nyalindung, hingga Kalibunder.

Baca Juga : Ramuan Tradisional untuk Meningkatkan Stamina Pria Hanya Dengan Bawang Merah dan Sereh

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Gegerbitung menjadi penghasil kopi terbesar dengan produksi mencapai 175,56 ton pada 2024, naik dari 82,01 ton pada 2023. Posisi berikutnya ditempati Kadudampit dengan produksi 129,11 ton, disusul Lengkong sebesar 81,54 ton.

Kecamatan lain yang juga mencatat peningkatan produksi antara lain Nyalindung dengan 67,20 ton, Jampang Tengah sebesar 62,67 ton, serta Kabandungan yang menghasilkan 32,84 ton pada 2024.

Secara umum, hampir seluruh kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Sukabumi mencatat kenaikan produksi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya peran sektor perkebunan kopi sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Peningkatan produksi kopi ini diharapkan dapat diiringi dengan penguatan kualitas, pengolahan pascapanen, serta pengembangan pasar agar memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani kopi di Kabupaten Sukabumi.(SE)