Pariwisata

Tahu Tidak? Desa di Sukabumi Ini Pernah Jadi Juara Nasional

×

Tahu Tidak? Desa di Sukabumi Ini Pernah Jadi Juara Nasional

Sebarkan artikel ini
Proses Pengolahan Hanjeli di Desa Wisata Hanjeli Waluran Sukabumi.

SUKABUMIDesa Wisata Hanjeli yang berada di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Desa ini terpilih sebagai Juara 3 Kategori Rintisan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

ADWI merupakan program tahunan Kemenparekraf yang bertujuan mendorong pengembangan desa wisata berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia. Dalam ajang tersebut, desa wisata dinilai berdasarkan sejumlah indikator untuk menentukan desa terbaik di masing-masing kategori.

Terdapat tujuh indikator penilaian utama dalam ADWI, yakni daya tarik pengunjung, ketersediaan homestay, fasilitas toilet umum, suvenir, aspek digital dan kreatif, penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability), serta kelembagaan desa wisata.

Baca Juga : Cabai Jumbo Isi Udang ala Sukabumi, Renyah di Luar, Kenyal dan Gurih di Dalam

Desa Wisata Hanjeli dinilai unggul dalam memadukan potensi alam, budaya lokal, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata. Salah satu daya tarik utamanya adalah komoditas hanjeli, tanaman pangan lokal yang menjadi identitas desa dan diolah menjadi berbagai produk kuliner khas.

Selain itu, Desa Wisata Hanjeli juga dinilai berhasil menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, keamanan pengunjung, serta pelestarian budaya dan alam sekitar. Kelembagaan desa yang aktif turut menjadi faktor pendukung keberhasilan desa ini dalam ajang ADWI 2022.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa desa wisata di Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan Desa Wisata Hanjeli diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat.(SE)