SUKABUMI – Program Karya Bakti TNI Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi di Kampung Gandasoli, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Kegiatan yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) dengan teknisi aspal ini difokuskan pada survei dan penentuan titik pengaspalan jalan yang dinilai paling mendesak. Jalan tersebut merupakan akses utama warga dalam mengangkut hasil pertanian dan menjalankan aktivitas ekonomi harian.
Kepala Tata Kelola Kelembagaan DPMD Kabupaten Sukabumi, Budiarto, mengatakan pengaspalan jalan menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap peningkatan aksesibilitas dan perekonomian desa. Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa harus berbasis kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar program rutin.
Baca Juga: Perkuat Intervensi Gizi, Dinkes Kota Sukabumi Targetkan Stunting Turun 16 Persen
Camat Jampangkulon, Dading, menilai kondisi infrastruktur jalan selama ini menjadi salah satu penghambat utama konektivitas antarwilayah. Ia berharap pengaspalan yang akan dilakukan melalui Program Karya Bakti TNI dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika akses jalan membaik, biaya distribusi akan lebih efisien dan waktu tempuh warga ke pusat kecamatan bisa dipangkas,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Namun demikian, Camat Dading menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat jalan setelah pengerjaan selesai. Tanpa perawatan bersama, manfaat pembangunan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
Program Karya Bakti TNI ini diharapkan mampu menjawab persoalan infrastruktur dasar di pedesaan serta menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan warga.

