SUKABUMI — Dedi Setiadi resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) Sukabumi periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II yang digelar di Hotel Augusta, Cikukulu, Sukabumi, Sabtu, 7 Februari 2025.
Dalam sambutannya usai terpilih, Dedi menegaskan pentingnya soliditas dan integritas di tubuh organisasi advokat. Ia menyebut, kini advokat memiliki dasar hukum yang kuat dalam menjalankan profesinya dan tidak boleh gentar menghadapi aparat penegak hukum yang menyimpang.
“Kita harus solid. Kalau ada penegak hukum yang tidak benar, kita lawan. Saya berdiri paling depan untuk menjalankan undang-undang,” ujar Dedi.
Baca Juga: PU Akui Jalan Rusak Hambat Akses Medis, Perbaikan Ruas Leuwi Liang–Bojongtipar Diusulkan
Ia juga menekankan bahwa saat ini advokat memiliki posisi yang lebih kuat dibanding sebelumnya, terutama setelah berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Menurutnya, peran advokat kini tidak lagi pasif.
“Dulu mendampingi saksi sifatnya pasif, sekarang aktif. Bahkan dalam tahap klarifikasi sudah boleh didampingi pengacara. Dulu hal itu tidak diperbolehkan,” katanya.
Dedi menjelaskan, sejumlah mekanisme hukum yang sebelumnya dianggap sensitif, seperti praperadilan, kini justru menjadi hak yang wajib dijalankan. Ia mencontohkan, ketidaksesuaian barang bukti, proses pemeriksaan tertutup, hingga perkara laporan yang tidak berjalan dapat diuji melalui praperadilan.
Baca Juga: Tugu Ikan Layur Resmi Jadi Ikon Kelurahan Palabuhanratu
“Pemeriksaan harus terbuka dan diawasi, termasuk melalui CCTV. Kalau tidak, itu bisa kita praperadilankan,” ucapnya.
Menghadapi tantangan profesi advokat ke depan, Dedi menilai integritas, peningkatan keilmuan, dan kesolidan organisasi menjadi kunci utama. Ia menegaskan kesalahan dalam proses hukum tidak boleh dibiarkan.
“Kesalahan jangan didiamkan. Harus kita perbaiki sebagai advokat,” tegasnya.
Sebagai agenda awal kepemimpinannya, Dedi menyebut akan membenahi internal organisasi sebelum menjalankan berbagai program. Program tersebut meliputi perekrutan anggota, pendidikan dan ujian advokat, penyumpahan, seminar, hingga pendidikan lanjutan.
Baca Juga: Bobon Santoso Umumkan Pensiun dari YouTube, Tawarkan Akun Senilai Rp20 Miliar
Ia juga memiliki gagasan untuk mengajak seluruh organisasi advokat di Sukabumi bersatu dalam satu forum bersama. Menurutnya, persatuan akan memperkuat posisi advokat dalam memperjuangkan keadilan.
“Ke depan, seluruh organisasi advokat di Sukabumi kita ajak bersatu dalam sebuah forum, agar punya kekuatan besar melawan ketidakadilan hukum,” ujarnya.
Untuk diketahui Dedi Setiadi merupakan salah satu advokat senior di Sukabumi. Ia telah menekuni profesi advokat sekira 20 tahun. Saat ini ia berpraktik di Kantor Hukum Bahari.
Baca Juga: Gochu Twigim Ala Sukabumi, Camilan Korea Pedas Gurih yang Bikin Nagih
Pada periode sebelumnya, Dedi Setiadi diketahui menjabat sebagai Sekretaris DPC Peradi SAI Sukabumi mendampingi Aa Brata Soedirja sebagai ketua.
Dalam kepemimpinannya, Dedi menegaskan komitmen untuk memprioritaskan bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu.
“Saya ingin fokus membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pendampingan hukum,” pungkasnya.

