Berita UtamaKabupaten SukabumiSosok

Kisah Inspiratif Umi Ayoy, Kreator TikTok Asal Sukabumi yang Ubah Nasib Lewat Live Streaming

×

Kisah Inspiratif Umi Ayoy, Kreator TikTok Asal Sukabumi yang Ubah Nasib Lewat Live Streaming

Sebarkan artikel ini
Perjalanan panjang Umi Ayoy dari pekerja serabutan hingga sukses sebagai kreator TikTok menjadi inspirasi bahwa kesempatan bisa datang bagi siapa saja yang tidak mudah menyerah. (Foto: Istimewa)

SUKABUMI – Di balik siaran langsung yang kini disaksikan ribuan pengikut di TikTok, tersimpan perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Muhamad Nana Abdilah atau yang lebih dikenal dengan nama Umi Ayoy, pemuda asal Kampung Ciputat, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, membuktikan bahwa kerja keras dan pantang menyerah mampu mengubah jalan hidup seseorang.

Lahir pada April 2001, Umi Ayoy bukan berasal dari keluarga berada. Sejak remaja, ia terbiasa berjuang mencari penghasilan dengan berbagai pekerjaan demi membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Sebelum dikenal sebagai kreator konten, ia sempat menempuh pendidikan di MA Assobariyah sebelum pindah ke SMA Baiturrahman saat duduk di kelas XI semester dua.

Meski hidup dalam keterbatasan, bakatnya sudah terlihat sejak kecil. Dari bangku sekolah dasar hingga SMA, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan. Saat duduk di bangku SMP, Umi Ayoy bahkan berhasil meraih Juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Sukabumi dan mewakili daerahnya hingga tingkat Provinsi Jawa Barat, di mana ia menempati peringkat keenam.

Baca Juga: Dua Kandidat Resmi Mendaftar, Bursa Ketua PWI Jabar 2026 Mulai Memanas

Kemampuan membaca Al-Qur’an membuatnya sering diundang menjadi qari dalam berbagai acara keagamaan, mulai dari pernikahan hingga khitanan.

Namun, perjalanan hidup membawanya ke arah yang berbeda. Demi bertahan hidup, hampir semua pekerjaan pernah dicobanya.

Mulai dari berdagang, menjadi asisten rumah tangga, membuat paving block dan batako, bekerja di tempat pencucian mobil, rumah makan ayam geprek, merawat bunga anggrek, hingga mengamen di kawasan Sukasari, Bogor.

Umi Ayoy, kreator TikTok asal Cikakak, Sukabumi, membuktikan kerja keras dan konsistensi mampu mengubah hidupnya dari pekerja serabutan menjadi kreator konten yang sukses. (Foto: Istimewa)

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Siapkan Rehabilitasi Ciptamulya, Status Tanggap Darurat Diusulkan Berakhir

“Hampir semua pekerjaan pernah saya ambil. Kalau dihitung mungkin ada sekitar 20 pekerjaan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Pekerjaan terakhir yang dijalaninya sebelum terjun ke dunia media sosial adalah bekerja di sebuah bar di Bali. Saat merasa mulai menemukan penghasilan tetap, cobaan besar justru datang.

Ia mengalami kecelakaan hingga menyebabkan kaki patah. Selama enam bulan, Umi Ayoy harus berjuang melawan rasa putus asa karena tidak dapat berjalan normal.

“Saya pernah patah kaki dan sempat enam bulan kehilangan harapan karena tidak bisa jalan,” katanya.

Baca Juga: Ingin Jadi Wakil Rakyat? Heri Gunawan Beberkan Tiga Nilai yang Wajib Dimiliki Generasi Muda

Meski begitu, ia menolak menyerah. Setelah kondisinya berangsur membaik, ia kembali bekerja di Bali sesuai tekad yang pernah dibuatnya.

Sekembalinya ke Sukabumi pada akhir April 2025, Umi Ayoy memutuskan mengambil langkah yang mengubah hidupnya. Ia memilih fokus melakukan siaran langsung di TikTok.

Keputusan itu bukan tanpa risiko. Di awal perjalanan, hasil yang diperoleh belum seberapa. Namun, ia terus konsisten melakukan live streaming setiap hari.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dua bulan setelah fokus menjadi kreator konten, penghasilannya mulai meningkat drastis.

Baca Juga: Soal Keracunan Susu Kedaluwarsa di Cibadak, Anggota DPRRI Desak Evaluasi Total MBG di Sukabumi

“Mulai April saya fokus live TikTok. Pendapatan mulai terasa di Juni dan Juli. Seumur hidup baru merasakan penghasilan sekitar Rp17 juta dalam satu bulan,” ungkapnya.

Pendapatan yang sebelumnya hanya menjadi impian kini benar-benar ia rasakan. Dari hasil menjadi kreator konten, ia bahkan sempat membeli mobil, meski kemudian menjualnya kembali. Saat ini, ia juga mulai mengembangkan usaha kuliner tahu walik sebagai sumber penghasilan tambahan.

Meski telah meraih kehidupan yang lebih baik, Umi Ayoy mengaku tidak pernah melupakan perjalanan panjang yang pernah dilaluinya. Pengalaman berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain justru menjadi pelajaran paling berharga dalam hidupnya.

Jiwa sosial dari Umi Ayoy juga Ia ekspresikan lewat jalur yang religius. Sebagian penghasilan Ia sisihkan untuk membangun majlis bagi anak-anak di kampungnya belajar ilmu agama.

Baca Juga: HUT RI ke-81, Merdeka Run 2026 Hadir dengan Tiga Kategori

Baginya, tidak ada pekerjaan yang memalukan selama dilakukan dengan jujur. Yang terpenting adalah terus berusaha dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Saya yakin peluang bisa datang dari mana saja, asalkan dibarengi dengan keberanian mencoba, konsistensi, dan kemauan untuk terus bangkit setiap kali menghadapi kegagalan,” pungkasnya.