Berita SukabumiKabupaten Sukabumi

Bupati Cup 2026, Arena Uji Mental Bukan Sekadar Berburu Gelar

×

Bupati Cup 2026, Arena Uji Mental Bukan Sekadar Berburu Gelar

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026 di Kampung Cibolang Kidul, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (7/2/2026), menjadi lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Di balik suara pantulan bola dan sorak rekan setim, turnamen ini menjelma sebagai arena uji mental dan konsistensi latihan para atlet tenis meja Sukabumi.

Sekitar 500 atlet dari 34 persatuan tenis meja se-Kabupaten dan Kota Sukabumi turun bertanding dalam tiga divisi berbeda. Perbedaan level tersebut justru memperlihatkan wajah pembinaan tenis meja yang berlapis, mulai dari atlet pemula hingga pemain berpengalaman yang telah kenyang jam terbang.

Baca Juga: Jeratan Bank Emok dan Bansos Tak Tepat Sasaran Jadi Sorotan dalam Reses Anggota DPRD Fajar Kontara

Ketua Panitia Penyelenggara, Mahdi Abdul Hadi, menyebut turnamen ini sebagai ruang evaluasi terbuka bagi atlet dan pelatih. Menurutnya, hasil pertandingan bukan tujuan akhir, melainkan cermin sejauh mana proses latihan berjalan efektif.

“Di sini terlihat siapa yang siap naik kelas, siapa yang masih perlu pembenahan. Itu nilai penting dari turnamen seperti ini,” katanya.

Atmosfer pertandingan berlangsung ketat namun tetap menjunjung sportivitas. Atlet muda berani menantang senior, sementara pemain berpengalaman dituntut menjaga fokus dan mental bertanding. Interaksi ini menciptakan transfer pengalaman yang tidak bisa diperoleh dari latihan rutin semata.

Baca Juga: PAC PDI Perjuangan Jampangkulon Sambangi Korban Kebakaran di Desa Mekarjaya

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menilai turnamen ini sebagai fondasi penting dalam menjaga kesinambungan prestasi olahraga daerah. Ia menegaskan bahwa kompetisi yang rutin dan berjenjang adalah kunci lahirnya atlet berdaya saing.

“Prestasi itu dibangun dari kebiasaan bertanding, bukan dari satu kali kemenangan,” ujarnya.

Turnamen yang digelar selama tiga hari ini menunjukkan bahwa tenis meja di Sukabumi tidak berjalan stagnan. Di balik meja pertandingan, terbentuk karakter, disiplin, dan kepercayaan diri atlet modal utama untuk menatap level yang lebih tinggi di masa depan.