Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Dadang Hermawan Soroti Pelayanan Pustu Ujunggenteng yang Dinilai Belum Maksimal

×

Dadang Hermawan Soroti Pelayanan Pustu Ujunggenteng yang Dinilai Belum Maksimal

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Fraksi PKB, Dadang Hermawan menyoroti pelayanan dan fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) Ujunggenteng yang dinilai belum berjalan maksimal, padahal keberadaannya sangat vital bagi masyarakat dan kawasan wisata di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Menurut Dadang, Pustu Ujunggenteng memiliki peran strategis karena melayani warga Ujunggenteng dan Pangumbahan yang jaraknya cukup jauh menuju Puskesmas Ciracap. Kondisi tersebut menjadikan Pustu sebagai fasilitas kesehatan terdekat, terutama untuk penanganan warga sakit hingga kasus darurat seperti kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan laut.

“Pustu ini sangat-sangat dibutuhkan. Baik untuk masyarakat maupun kawasan wisata, khususnya di Ujunggenteng, Pangumbahan, Gunungbatu hingga Cikangkung. Kalau terjadi laka laut atau laka wisata, akses ke rumah sakit itu bisa memakan waktu lebih dari satu jam,” ujar Dadang.

Baca Juga: Jembatan Panyambung Simpenan–Sindang Sari Diresmikan, Akses Warga Kalibunder Makin Mudah

Hal tersebut disampaikannya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Ciracap pada beberapa waktu lalu. Ia mengaku hingga kini belum menerima informasi secara detail terkait operasional Pustu Ujunggenteng.

“Setahu saya pustu itu sudah selesai dibangun dan beroperasi, tapi pelayanannya kelihatannya belum maksimal. Profesionalitasnya belum optimal, karena ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Dadang juga menilai keberadaan Pustu Ujunggenteng seharusnya mampu mendukung pengembangan agrowisata dan pariwisata pesisir, mengingat aspek kesehatan menjadi kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas wisata.

Baca Juga: 250 Santri Ikuti Pasaran Ramadan di Ponpes Al Mubayyidliyyah Cikakak

Ia menambahkan, saat ini Pustu Ujunggenteng masih kekurangan tenaga medis. “Operasi sih operasi, tapi belum maksimal. Dokternya belum ada, hanya mantri yang melayani. Bahkan rumah dinas dokter juga belum tersedia,” katanya.

Sebagai perbandingan, Dadang menyebutkan akses menuju Rumah Sakit Jampangkulon membutuhkan waktu tempuh lebih dari satu jam. Menurutnya, jika Pustu Ujunggenteng dapat berfungsi optimal dengan fasilitas dan SDM yang memadai, maka akan sangat membantu penanganan awal kondisi darurat.

“Pastinya ini harus kita komunikasikan lebih lanjut, baik dari sisi operasional maupun di ranah politik dan legislatif. Karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan keselamatan wisatawan,” tegasnya.

Dadang berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar Pustu Ujunggenteng dapat beroperasi secara maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta sektor pariwisata di wilayah selatan Sukabumi.