Lifestyle

Tidur Setelah Subuh saat Ramadan Bisa Datangkan Kerugian? Ini Penjelasan Ulama

×

Tidur Setelah Subuh saat Ramadan Bisa Datangkan Kerugian? Ini Penjelasan Ulama

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tidur di pagi hari. Foto: jcomp/freepik

SUKABUMI – Bulan Ramadan kerap mengubah pola tidur umat Muslim. Setelah sahur dan shalat subuh, sebagian orang memilih kembali terlelap karena rasa kantuk dan tubuh yang lelah.

Namun, para ulama mengingatkan bahwa kebiasaan tidur setelah subuh bukan pilihan terbaik, terlebih di bulan puasa ketika setiap amal kebaikan bernilai lebih besar.

Dilansir dari NU Online, ulama besar Mesir yang jug ahli fiqih, Syekh Ibrahim Al-Baijuri pernah menegaskan bahwa setiap bentuk kebaikan di bulan Ramadan mendapatkan ganjaran berlipat dibandingkan di luar Ramadan.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Akan Hiasi Malam 14 Ramadan, Bisa Diamati Saat Waktu Berbuka Puasa

Karena itu, waktu pagi seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, atau ibadah sunnah lain hingga matahari terbit.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa peluang pahala terbuka luas bagi siapa saja yang mengisi waktu Ramadan dengan amalan positif.

Pandangan lebih tegas disampaikan Syekh Sulaiman Al-Jamal, ulama mesir yang terkenal dengan karya fenomenal Hasyiyah al-Jamal . Ia menilai tidur setelah shalat subuh termasuk perbuatan yang membawa dampak buruk karena menyia-nyiakan waktu utama untuk mengingat Allah.

Baca Juga: Catat! Tempat Hiburan Malam di Kota Sukabumi ‘Haram’ Beroperasi Selama Ramadan

Menurut penjelasannya, waktu pagi adalah momentum penting bagi seorang Muslim untuk menghidupkan dzikir dan memperkuat spiritualitas, bukan justru menghabiskannya dengan tidur.

Selain pertimbangan ibadah, ulama juga mengaitkan kebiasaan tidur setelah subuh dengan keberkahan hidup. Dalam riwayat yang dinukil dari Sayidah Fatimah, Nabi Muhammad SAW membangunkan putrinya di pagi hari seraya mengingatkan agar tidak lalai karena Allah membagikan rezeki pada rentang waktu antara terbit fajar hingga matahari terbit.

Pesan tersebut kerap dimaknai sebagai dorongan agar umat Islam aktif dan produktif sejak pagi.

Baca Juga: Kisah Panjang Masjid Agung Palabuhanratu, dari Wakaf Warga hingga Ikon Kota

Doa Nabi Muhammad SAW tentang keberkahan pagi hari juga menjadi dasar anjuran memanfaatkan waktu subuh. Beliau mendoakan agar umatnya diberi berkah pada waktu pagi.

Ulama menafsirkan berkah bukan sekadar kelapangan materi, tetapi juga ketenangan batin, kemudahan urusan, dan kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan.

Dengan memanfaatkan waktu setelah subuh untuk dzikir, tilawah, atau persiapan aktivitas harian, umat Muslim diharapkan dapat meraih dua keuntungan sekaligus: pahala ibadah di bulan Ramadan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.