Kesehatan

Bau Mulut Saat Puasa Bukan Aib, Ini Hikmah dan Cara Menjaganya Secara Alami

×

Bau Mulut Saat Puasa Bukan Aib, Ini Hikmah dan Cara Menjaganya Secara Alami

Sebarkan artikel ini
Teh Jahe Hangat
Obat Herbal Alami Teh Jahe/Sei

SUKABUMI Bau mulut sering kali menjadi hal yang dikhawatirkan oleh sebagian orang saat menjalankan ibadah puasa. Bahkan, tidak sedikit yang merasa kurang percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain. Padahal, dalam perspektif Islam, bau mulut saat puasa bukanlah sesuatu yang tercela.

Rasulullah Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa aroma mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT dibandingkan bau minyak kasturi, wewangian yang sangat bernilai dan mahal. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari ibadah, bukan sesuatu yang perlu ditakuti atau dipermalukan.

Namun demikian, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Bau mulut yang berlebihan bisa saja dipicu oleh faktor lain, seperti pola makan yang kurang seimbang, minim serat, atau gangguan pencernaan. Karena itu, ikhtiar untuk menjaga kesegaran napas tetap dianjurkan selama tidak menghilangkan esensi ibadah puasa.

Baca Juga : Menu Buka Puasa ala Sukabumi: Smoothies Pisang Yogurt Sayur yang Segar dan Menyehatkan

Ikhtiar Alami Menjaga Kesegaran Napas Saat Puasa

Ada beberapa cara sederhana dan alami yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan bau mulut selama Ramadan, di antaranya melalui minuman rendaman bahan-bahan herbal dan alami:

1. Air Rendaman Kurma atau Kismis
Kurma dan kismis dikenal memiliki sifat antibakteri serta kaya serat. Air rendamannya dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang berkaitan erat dengan aroma napas.

2. Air Rendaman Daun Mint
Daun mint memiliki aroma segar alami yang dapat membantu menetralisir bau mulut. Selain menyegarkan, mint juga memberi rasa nyaman di mulut dan tenggorokan.

3. Air Rendaman Adas Manis
Adas manis sejak lama digunakan sebagai herbal untuk pencernaan dan penyegar napas. Aromanya yang lembut membantu mengurangi bau mulut tanpa mengganggu puasa.

Ketiga minuman tersebut dapat dikonsumsi saat berbuka maupun sahur. Namun, mengonsumsinya saat sahur dinilai lebih efektif untuk menjaga kesegaran napas sepanjang hari.

Menjaga Adab, Menjaga Ibadah

Menjaga kesegaran mulut bukan berarti menolak hikmah bau mulut orang yang berpuasa, melainkan bentuk ikhtiar menjaga adab, kesehatan, dan kenyamanan bersama. Islam mengajarkan keseimbangan antara menerima ketentuan Allah dan berusaha melakukan yang terbaik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pemahaman ini, umat Islam diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang, percaya diri, dan penuh kesadaran akan hikmah di balik setiap amalan.(SE)