BOGOR – Star Energy Geothermal (SEG) terus memperluas akses energi bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTP Salak. Melalui Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas yang berjalan bertahap sejak 2018 hingga 2025, sebanyak 520 kepala keluarga kini telah menikmati sambungan listrik mandiri.
Program ini menyasar warga di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor yang sebelumnya belum memiliki akses listrik sendiri atau masih bergantung pada sambungan dari rumah tetangga.
Bantuan yang diberikan meliputi pemasangan instalasi listrik rumah tangga, alat penerangan, hingga dukungan penyambungan KWH baru.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Mengalami Penurunan pada 26 Februari 2026
Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG, Laksmi Prasvita, mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar wilayah operasi panas bumi.
“Program Elektrifikasi ini merupakan wujud komitmen kami agar kehadiran operasional PLTP Salak benar-benar dirasakan masyarakat. Akses listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka peluang pendidikan, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pengembangan usaha warga,” ujar dalam keterangan yang diterima sukabumiku.id, Selasa (03/03/2026).
Baca Juga: Program Mobil SABUMI Jadi Andalan Tekan Inflasi, Harga Sembako di Sukabumi Dijaga Stabil
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap. Pada 2018, sebanyak 115 KK di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, menjadi penerima awal.
Perluasan berlanjut pada 2023 dengan menjangkau 123 KK di Desa Cihamerang dan Mekarjaya. Tahun 2024, sebanyak 141 KK di Kabandungan dan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, turut memperoleh manfaat serupa.
Memasuki 2025, tambahan 141 rumah tangga mendapatkan sambungan listrik mandiri, terdiri atas 71 KK di Desa Ciasmara, Pamijahan, dan 70 KK di Desa Pulosari, Kabandungan.
Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Menurutnya, bantuan elektrifikasi sangat membantu warganya yang sebelumnya belum mampu memasang sambungan listrik sendiri.
Baca Juga: Warteg Gratis Alfamart Ramadan 2026 Sapa Sukabumi, 60 Ribu Paket Berbuka Dibagikan di 34 Kota
“Program ini sangat membantu warga kami. Pemasangan KWH dilakukan secara gratis, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya awal yang cukup besar,” katanya.
Selain elektrifikasi, sepanjang 2025 SEG juga mencatat 953 individu dan 19 institusi menerima manfaat program sosial lainnya.
Program tersebut mencakup beasiswa pendidikan, pelatihan guru dan siswa, pendampingan UMKM, penguatan BUMDes, pemeriksaan kesehatan keluarga, hingga pelatihan budidaya ikan dan pengelolaan bank sampah.
Laksmi menambahkan, pendekatan pemberdayaan yang dilakukan perusahaan dirancang untuk mendorong kemandirian jangka panjang.
“Kami ingin memastikan setiap program menjadi katalis agar masyarakat semakin mandiri, baik secara ekonomi maupun kelembagaan,” jelasnya.
Program elektrifikasi ini dinilai selaras dengan upaya pemerataan akses listrik nasional serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal 7 tentang akses energi bersih dan terjangkau.
Sebagai perusahaan energi panas bumi, SEG menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memasok energi ramah lingkungan ke sistem kelistrikan nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar Gunung Salak.

