SUKABUMI – Getaran gempa bumi yang terjadi pada Minggu dini hari, 15 Maret 2026, tidak hanya dirasakan warga Sukabumi, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada salah satu rumah warga di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Satu unit rumah di Kampung Babakan Asem, Desa Loji, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah diguncang gempa yang terjadi sekitar pukul 00.36 WIB.
Rumah tersebut diketahui milik M Henda Sanusi. Berdasarkan laporan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bagian dapur rumah tersebut ambruk setelah sebelumnya mengalami retakan akibat guncangan.
Petugas P2BK Simpenan, Dandi, mengatakan kerusakan terjadi setelah struktur bangunan tidak mampu menahan getaran gempa.
Baca Juga: Alumni SMK Pasundan Sukabumi Angkatan 2000 Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim di Pamuruyan
“Bangunan rumah mengalami retakan akibat getaran gempa bumi dan bagian dapur akhirnya ambruk,” kata Dandi.
Gempa yang terjadi pada waktu itu tercatat memiliki kekuatan sekitar magnitudo 4,2 dengan pusat gempa berada di sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi.
Bangunan yang rusak memiliki ukuran sekitar panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 3 meter. Selain faktor guncangan gempa, kondisi bangunan yang sebelumnya telah mengalami pelapukan juga menjadi penyebab bangunan mudah runtuh.
Meski bagian rumah mengalami kerusakan cukup berat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Anggota DPR RI Zainul Munasichin Warning SPPG Nakal di Sukabumi, Jangan Main-Main dengan Program MBG
Namun demikian, satu keluarga yang terdiri dari lima orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu dan mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan.
BPBD Kabupaten Sukabumi melalui petugas di lapangan telah melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan pihak terkait.
Akibat kerusakan tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta.
Saat ini, keluarga korban membutuhkan sejumlah bantuan darurat, di antaranya bahan pangan, pakaian, terpal, serta material bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak.


