SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan dialami warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Akibat rusaknya akses jalan darat, warga yang sakit terpaksa menggunakan jalur sungai untuk mendapatkan penanganan medis.
Hal tersebut mencuat setelah akun Facebook Tumang Wijaya Kusuma mengunggah kondisi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Jalan yang berbatu, berlubang, dan berlumpur saat hujan membuat kendaraan, termasuk ambulans, tidak bisa menjangkau wilayah tersebut.
Dalam kondisi darurat, warga yang tinggal di bantaran Sungai Cikaso memilih jalur air sebagai satu-satunya akses tercepat menuju fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Puluhan Ustaz Dibekali, Program MTA Jadi Andalan Pembinaan ASN Sukabumi
Salah satu kasus dialami Wawan (45), warga RT 05/06 Kampung Cilampahan. Karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan, ia terpaksa dibawa menggunakan perahu menyusuri Sungai Cikaso menuju titik penjemputan ambulans.
Perjalanan melalui sungai menjadi pilihan paling realistis. Setibanya di dermaga wilayah Kecamatan Cibitung, pasien kemudian dijemput ambulans desa untuk dibawa ke Rumah Sakit Jampangkulon guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pelaksana Tugas Kepala Desa Sumberjaya, Upan Supandi, membenarkan bahwa jalur sungai kerap digunakan warga dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Viral! Warga Palabuhanratu Terlantar 9 Hari di Lamongan, Kerja Dua Bulan Tak Digaji
“Untuk warga yang dekat Sungai Cikaso, jalur sungai menjadi alternatif paling memungkinkan. Nanti dijemput ambulans di dermaga untuk dibawa ke rumah sakit,” jelasnya, Sabtu (28/3/2026).
Diketahui, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit gula kering dan harus menjalani tindakan amputasi setelah dirujuk ke rumah sakit. Proses evakuasi melalui jalur sungai menjadi langkah krusial agar pasien bisa segera mendapatkan pertolongan.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata keterbatasan akses infrastruktur di wilayah pelosok. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki jalan, agar ke depan pasien tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan dengan menempuh jalur sungai saat membutuhkan layanan kesehatan.

