Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Lansia Meninggal di RTH Gadobangkong, Petugas Pastikan tak Ada Tanda Kekerasan

×

Lansia Meninggal di RTH Gadobangkong, Petugas Pastikan tak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Jenazah lansia yang ditemukan di RTH Gadobangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dievakuasi, Selasa malam (12/05/2026). (Foto: Hasyim Arsyad/Sukabumiku.id)

SUKABUMI — Penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di area saung dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gadobangkong, Palabuhanratu, dipastikan tidak mengandung unsur kekerasan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui bernama Jajang Kurnia (69), warga Kampung Badak Putih, Kelurahan Palabuhanratu.

Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mendatangi lokasi bersama aparat kepolisian dan tim medis.

Baca Juga: Kontingen Kota Sukabumi Terancam Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026 Akibat Krisis Anggaran

“Setelah menerima laporan, kami bersama Polsek Palabuhanratu, Inafis Polres Sukabumi, dan petugas medis langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta evakuasi korban,” ujar Mahbubillah.

Ia menjelaskan, tim gabungan segera melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara sebelum membawa jenazah ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan medis dan informasi dari saksi, kematian korban diduga berkaitan dengan penyakit diabetes yang telah lama dideritanya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Kota Sukabumi Berawan pada Rabu Ini

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan keterangan saksi, tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya,” kata Mahbubillah.

Saksi mata, Wawan Suandi, mengungkapkan bahwa korban memang sering terlihat beristirahat di saung tersebut.

“Korban sering berada di saung untuk beristirahat, tapi tadi sore saya lihat sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Wawan.

Baca Juga: Pawai Samenan di Cicantayan Sukabumi Dilarang di Jalan Nasional, Ini Alasannya!

Menurut Mahbubillah, riwayat penyakit korban cukup serius. Bahkan, korban sebelumnya sempat menjalani operasi pada bagian kaki akibat komplikasi diabetes.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak dilakukan autopsi.

“Keluarga menerima ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Rencananya, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Cangehgar, Kelurahan Palabuhanratu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga, khususnya yang memiliki riwayat penyakit kronis, sehingga dapat mencegah risiko yang lebih fatal.