SUKABUMI – Sosok S. Iklima Green tengah menjadi perhatian publik setelah berhasil diterima di empat universitas ternama luar negeri untuk melanjutkan pendidikan sarjana. Siswi SMAN 4 Kota Sukabumi itu diketahui diterima di Universiti Malaya, Monash University Australia, Asia Pacific University (APU) Malaysia, dan Deakin University Australia.
Di balik capaian tersebut, perempuan yang akrab disapa Green itu ternyata memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan, debat, hingga advokasi perubahan iklim di tingkat nasional dan internasional.
Green menceritakan, nama “Green” yang melekat pada dirinya memiliki cerita unik. Nama tersebut diambil karena dirinya lahir bertepatan dengan momentum Konferensi Perubahan Iklim PBB 2007 di Bali.

Baca Juga: Membanggakan! Iklima Green Siswi SMAN 4 Kota Sukabumi Lolos 4 Universitas Internasional Sekaligus
“Nama itu diambil dari tanggal lahir aku yang bertepatan dengan Konferensi Perubahan Iklim PBB 2007 di Bali,” ujar Green diwawancarai sukabumiku.id, Jumat (08/05/2026).
Selama menempuh pendidikan di SMAN 4 Kota Sukabumi, Green dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Di sekolah, ia aktif mengikuti kompetisi debat seperti National Schools Debating Championship (NSDC) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI).
Dalam ajang NSDC tingkat Kota Sukabumi, Green berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker hingga mewakili Kota Sukabumi ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Sementara pada ajang LDBI, ia meraih penghargaan Best Speaker dan Juara 2 tingkat kota.
Menurutnya, pengalaman di dunia debat banyak membentuk kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang kemudian membantunya berkembang di berbagai forum internasional.
Baca Juga: Lapang Merdeka Kota Sukabumi Kini Resmi Dijaga Satpam, Pemkot : Untuk Kenyamanan Warga Berolahraga
“Dari pengalaman debat ini, aku banyak belajar soal critical thinking, public speaking, dan bagaimana menyampaikan ide serta berkomunikasi dengan baik,” katanya.
Namun di luar sekolah, Green justru menemukan minat besar pada bidang climate education dan youth advocacy. Ketertarikannya bermula sejak kelas 10 saat mengikuti proyek advokasi dan penanaman pohon bersama Speak Out Youth dan UNICEF.
“Dari sana, aku mulai sadar kalau isu perubahan iklim bukan cuma isu global yang jauh dari kehidupan kita, tapi sesuatu yang nyata dan perlu lebih banyak anak muda yang peduli,” ungkapnya.
Sejak saat itu, Green mulai aktif terlibat dalam berbagai program nasional hingga internasional. Ia pernah menjadi Pemimpin Muda Perwakilan Indonesia di UNICEF Indonesia, Delegasi Terbaik dan Project Terbaik di SDG Academy Singapore, hingga Delegasi Indonesia dalam Youth Autumn Exchange di Jepang.

Baca Juga: Tertekan Biaya Pernikahan, Motif Karyawan Minimarket di Kalibunder Nekat Gantung Diri
Tak hanya itu, Green juga menjadi QS ImpACT Climate Ambassador dan terlibat dalam berbagai proyek bersama UN Women Indonesia, Climate Reality Project Indonesia, Plan International, hingga sejumlah konferensi internasional lainnya.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya aktif membangun berbagai program edukasi iklim bersama Green Welfare Indonesia. Saat ini, Green dipercaya menjabat sebagai Director of Climate Education.
“Fokus aku bukan hanya ikut program, tapi juga memastikan ada impact nyata lewat project, curriculum development, dan edukasi untuk anak muda,” jelasnya.
Di tengah aktivitasnya, Green juga mulai mempersiapkan kuliah luar negeri secara mandiri sejak kelas 11. Ia membangun portofolio secara konsisten melalui LinkedIn untuk mendokumentasikan berbagai proyek, pengalaman, dan pencapaiannya.
Baca Juga: Dispar Kabupaten Sukabumi Apresiasi Putri Nelayan 2026, Dorong Promosi Wisata Pesisir
Selain itu, ia juga mempersiapkan SAT, IELTS, menjaga nilai rapor tetap stabil, hingga melengkapi berbagai dokumen pendukung seperti personal statement, CV, dan recommendation letter.
Menurut Green, proses menuju kampus impian bukan sesuatu yang instan dan penuh dengan trial and error. Meski demikian, ia percaya asal daerah bukan menjadi penghalang untuk meraih mimpi besar.
“Aku selalu percaya kalau asal sekolah atau asal kota bukan batasan untuk punya mimpi besar,” tutupnya.
Sebelumnya, pihak sekolah SMAN 4 Kota Sukabumi juga menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Green. Wakil Kepala Sekolah sekaligus Humas SMAN 4 Kota Sukabumi, Leni Sister, menyebut Green sebagai sosok siswa aktif dan berprestasi selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Alhamdulillah sekarang bisa diterima di empat kampus luar negeri,” ujar Leni.

