SUKABUMI — Upaya mitigasi bencana di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi memasuki babak baru. Pemerintah daerah bersama akademisi menggelar diseminasi hasil pemetaan daerah rawan longsor dan banjir, sekaligus penyerahan alat Early Warning System (EWS) longsor di Aula Kantor Kecamatan Simpenan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama pemerintah daerah sebagai langkah konkret menghadapi ancaman bencana yang kerap terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Dosen Teknik Geologi UGM, Hendy Setiawan menjelaskan, penelitian geologi tersebut telah dilakukan sejak Maret 2025 melalui serangkaian observasi lapangan dan analisis ilmiah terhadap kondisi geografis Kecamatan Simpenan.
“Melalui kajian ini kami berupaya mengidentifikasi secara detail titik-titik yang memiliki potensi longsor dan banjir. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah dalam menyusun strategi mitigasi yang lebih tepat dan efektif,” ujarnya.
Baca Juga: Lonjakan Pasien di RSUD Sekarwangi, Bupati Sukabumi Dorong Penambahan Fasilitas
Selain memaparkan hasil penelitian, tim akademisi juga menyerahkan peta kawasan rawan bencana kepada pemerintah kecamatan dan perangkat desa. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman penting dalam pengambilan keputusan terkait mitigasi dan penanganan kebencanaan.
Tak hanya itu, alat Early Warning System (EWS) longsor turut diperkenalkan kepada peserta. Tim peneliti menjelaskan, perangkat tersebut berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang dapat membantu mendeteksi potensi pergerakan tanah sebelum longsor terjadi.

Sementara itu, P2BK Kecamatan Simpenan, Dandi Sulaeman menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam.
“Wilayah Simpenan termasuk kawasan yang cukup rentan terhadap longsor dan banjir. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting agar masyarakat dan pemerintah memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Waspada Gagal Ginjal di Usia Muda, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Hal senada disampaikan Mantri Polisi Kecamatan Simpenan, Jamzuri. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang cepat dan responsif.
Menurutnya, mitigasi bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari aparat, akademisi, hingga masyarakat di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, hasil kajian ilmiah dan teknologi peringatan dini yang diperkenalkan diharapkan mampu memperkuat upaya mitigasi bencana di Kabupaten Sukabumi, sekaligus meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material di masa mendatang.

