SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan dialami warga Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Akses jalan utama yang menghubungkan Dusun Suradita dan Balekambang menuju wilayah Puncak Peuyeum rusak parah dan dipenuhi lumpur, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Jalan yang menjadi satu-satunya akses warga untuk pergi ke sekolah, pasar hingga fasilitas kesehatan itu disebut sudah mengalami kerusakan selama lebih dari 10 tahun tanpa penanganan serius.
Kini, kondisi jalan bahkan disebut semakin memburuk. Aspal dan bebatuan yang sebelumnya masih terlihat kini nyaris hilang, menyisakan lumpur tebal yang membahayakan pengendara maupun pejalan kaki. Kondisi tersebut semakin parah karena di sepanjang jalan tidak terdapat penerangan jalan umum, sehingga warga harus melintasi jalur gelap saat malam hari.
Salah seorang volunteer mahasiswa Anggi yang aktif memperjuangkan hak masyarakat di wilayah tersebut mengaku prihatin melihat kondisi yang terus dibiarkan.
“Sekarang tersisa lumpur, sudah tidak ada batu apalagi aspal. Kalau hujan jalannya licin dan sulit dilalui. Padahal ini akses utama masyarakat untuk beraktivitas,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
BACA JUGA : Warga Tandu Pasien 10 KM Akibat Jalan Rusak Parah Di Jampang Tengah
Ia mengatakan, masyarakat sebelumnya sempat melakukan audiensi dengan pemerintah daerah terkait kondisi jalan maupun rencana relokasi warga. Namun hingga kini, realisasi yang dijanjikan belum juga terlihat.
“Dulu waktu audiensi dengan bupati katanya ini jadi skala prioritas, termasuk soal relokasi masyarakat. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi yang benar-benar dirasakan warga,” katanya.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat hidup dalam situasi serba darurat. Bahkan, warga kerap kesulitan saat membawa orang sakit menuju fasilitas kesehatan karena akses kendaraan sangat terbatas.
“Kemarin juga kami coba kembali menyampaikan kondisi ini ke PUPR Kabupaten Sukabumi karena memang sudah sangat memprihatinkan,” tambahnya.
BACA JUGA : Audiensi Masyarakat Jampang Soroti Jalan Rusak dan Truk Over Kapasitas di Ruas Lengkong–Kiara Dua
Keluhan serupa disampaikan warga sekitar Saefulloh (35). Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
“Sedih tinggal di sini mah, semuanya serba darurat. Kalau malam atau hujan tambah susah. Anak sekolah juga kasihan setiap hari harus lewat jalan begini,” ungkap salah seorang warga.
Dia pun menyebut, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung belasan tahun tanpa perubahan berarti. Mereka pun berharap pemerintah daerah tidak lagi hanya memberikan janji, melainkan segera merealisasikan pembangunan infrastruktur yang layak.
“Ini mungkin salah satu wilayah di Kabupaten Sukabumi yang paling terpuruk. Padahal masyarakat di sini juga butuh perhatian,” pungkasnya.

