Olahraga

Bojan Hodak Akhiri Era Emas di Persib, Siap Dampingi dari Balik Layar

×

Bojan Hodak Akhiri Era Emas di Persib, Siap Dampingi dari Balik Layar

Sebarkan artikel ini
PERSIB JUARA (5)
Para pemain dan oficial Persib Bandung menyapa warga saat konvoi juara Super League 2025/2026 di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026). Foto:Dharma Eci/ Jabarku.id

BANDUNG — Nama Bojan Hodak resmi tercatat dalam sejarah Persib Bandung setelah sukses mengantarkan Maung Bandung meraih tiga gelar juara liga secara beruntun. Pencapaian tersebut menjadikan Persib sebagai klub pertama yang mampu mencatat hattrick juara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sejak era Liga Indonesia.

Namun, di tengah euforia prestasi bersejarah tersebut, pelatih asal Kroasia itu akan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih kepala Persib mulai musim depan. Posisi yang ditinggalkannya akan diteruskan oleh sang asisten, Igor Tolic.

Dalam testimoninya, Hodak mengaku keberhasilan Persib meraih tiga gelar berturut-turut tidak lepas dari kerja kolektif seluruh elemen klub. Ia menyebut dukungan manajemen, pemain, dan staf menjadi fondasi utama kesuksesan yang diraih selama tiga musim terakhir.

BACA JUGA: Foto : Kemeriahan Pawai Persib Bandung Juara Tiga Kali Beruntun

“Saya beruntung saat pertama kali datang ke sini menemukan banyak orang baik di dalam klub. Semua bekerja bersama dan dari situ kami bisa memenangkan trofi pertama, kedua, hingga ketiga,” ujar Hodak.

Meski demikian, pelatih berusia 55 tahun itu mengakui musim terakhir menjadi periode paling berat selama menangani Persib. Pasalnya, tim harus melakukan perombakan besar-besaran dengan mengganti 23 pemain dari total 31 anggota skuad.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar di tengah persaingan ketat dan meningkatnya investasi sejumlah klub rival seperti Borneo FC dan Persija Jakarta merupakan pencapaian yang sangat istimewa.

“Tahun terakhir ini benar-benar sulit. Tapi kami mampu mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun terakhir. Itu sesuatu yang fantastis,” katanya.

BACA JUGA: Jutaan Bobotoh Padati Bandung Rayakan Pawai Juara PERSIB

Hodak juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bobotoh yang dinilainya menjadi salah satu kekuatan terbesar Persib. Ia menegaskan bahwa status Persib sebagai salah satu klub terbesar di Asia Tenggara tidak terlepas dari loyalitas para pendukungnya.

“Klub ini lebih besar daripada pelatih mana pun dan pemain mana pun. Akan selalu ada pemain baru dan pelatih baru, tetapi Persib akan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Secara khusus, Hodak memuji kedewasaan Bobotoh pada laga terakhir musim ini yang berlangsung kondusif tanpa adanya aksi penyalaan petasan maupun invasi lapangan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi contoh positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia yang lebih aman dan ramah keluarga.

Menjelang musim baru, Hodak memperkirakan tantangan yang dihadapi Persib akan semakin berat. Status sebagai juara bertahan tiga kali beruntun diyakini akan membuat setiap lawan memiliki motivasi lebih besar untuk menjegal Maung Bandung.

“Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti ingin mengalahkan Anda. Itu normal, tetapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” ucapnya.

Meski tak lagi berada di pinggir lapangan, Hodak memastikan dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan Persib. Ia akan menjalani peran baru sebagai Penasihat Teknik dan tetap siap membantu klub apabila dibutuhkan.

“Saya perlu sedikit istirahat karena alasan pribadi. Tetapi saya akan tetap berada di sekitar Persib dan siap memberikan masukan kapan pun dibutuhkan, terutama untuk hal-hal yang masih bisa ditingkatkan,” katanya.

Kepergian Bojan Hodak dari kursi pelatih menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah Persib. Tiga gelar liga beruntun menjadi warisan yang sulit ditandingi, sekaligus standar baru bagi Maung Bandung untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.