SUKABUMI – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah sekaligus Sanggar Seni Cepet Laras Sekar di Kampung Cigelang RT 006/004, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (12/6/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik saat kondisi rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya.
Saat ditemui di lokasi kejadian, anggota TAGANA Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan dari warga.
“Kami menerima laporan kebakaran dini hari tadi, kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait lainnya,” ujar Hendra di lokasi kejadian.
Baca Juga: Prediksi Amerika Serikat vs Paraguay: Duel Tekanan Tuan Rumah Kontra Tembok Kokoh La Albirroja
Menurutnya, bangunan panggung berukuran 5×8 meter itu ludes terbakar bersama berbagai perlengkapan seni budaya yang berada di dalam sanggar.
“Yang terbakar bukan hanya bangunannya, tetapi juga alat-alat seni seperti gamelan, kostum tari, topeng, kuda lumping, hingga perlengkapan pertunjukan lainnya. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp127 juta lebih,” katanya.
Hendra menambahkan, akibat kebakaran tersebut puluhan pemain seni budaya kuda lumping untuk sementara tidak dapat melakukan latihan maupun pertunjukan.
“Kurang lebih ada 35 pemain dan satu pawang seni budaya yang terdampak karena seluruh perlengkapan mereka habis terbakar,” tambahnya.
Sementara itu, Agus, warga setempat yang pertama mengetahui kejadian tersebut, mengaku sempat melihat kobaran api sudah membesar dari bagian dalam bangunan.
“Awalnya saya lihat ada cahaya api dari dalam sanggar, pas dicek ternyata api sudah besar. Warga langsung keluar membantu memadamkan dengan alat seadanya,” ungkap Agus.
Menurut Agus, kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar membuat api cepat membesar.
Baca Juga: Kasus TBC di Kota Sukabumi Tembus 1.400 Orang
“Api cepat sekali merambat karena di dalam banyak kostum dan perlengkapan seni. Warga juga khawatir api menjalar ke rumah lain,” ujarnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun puluhan warga terdampak kini membutuhkan bantuan darurat berupa pakaian, makanan, perlengkapan mandi, hingga peralatan seni untuk pemulihan aktivitas kelompok budaya setempat.
Hingga Jumat pagi, petugas TAGANA bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi kebakaran.

