SUKABUMI – Car Free Day (CFD) di Kota Sukabumi kini tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga berkembang sebagai wadah pelestarian budaya lokal. Melalui konsep kegiatan tematik, Pemerintah Kota Sukabumi menghadirkan Kaulinan Barudak Baheula, permainan tradisional Sunda yang melibatkan ratusan pelajar sekolah dasar di kawasan Car Free Day.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Iskandar, mengatakan Car Free Day merupakan ruang publik yang disiapkan pemerintah agar masyarakat dapat berinteraksi, berolahraga, sekaligus menampilkan berbagai potensi seni dan budaya.
“Car Free Day merupakan ruang publik yang disediakan pemerintah kota. Di sini masyarakat bisa berinteraksi, berolahraga, hingga unjuk budaya dan kreativitas. Kali ini kami mengangkat tema Kaulinan Barudak Baheula sebagai upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak,” ujarnya.
BACA JUGA : Pemkot Sukabumi Resmikan Car Free Day di Jalan A Yani, Digelar Rutin Setiap Minggu
Dalam kegiatan tersebut, berbagai permainan khas Sunda kembali dimainkan, di antaranya hadang, galasin, bebentengan, bakiak, hingga engklek. Suasana Car Free Day pun dipenuhi antusiasme peserta dan pengunjung yang menyaksikan jalannya perlombaan.
Menurut Iskandar, tema budaya sengaja dipilih karena bertepatan dengan masa libur sekolah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak anak-anak mengenal permainan yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda sebelum tergeser oleh permainan modern berbasis teknologi.
“Anak-anak sekarang sedang libur sekolah. Kami ingin mengajak mereka mengenal kembali kaulinan barudak baheula agar budaya Sunda tetap hidup dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” katanya.
BACA JUGA : Ikut Kirab Budaya Jabar, Ayep Zaki Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Sunda
Ia menjelaskan, kegiatan tematik di Car Free Day akan terus berganti setiap pekan. Sebelumnya telah digelar berbagai kegiatan seperti pertunjukan barongsai, Sukabumi Menari, hingga Sukabumi Bernyanyi. Dengan konsep tersebut, Car Free Day diharapkan selalu menghadirkan daya tarik baru bagi masyarakat.
“Tujuan utamanya memang mengangkat budaya. Budaya permainan dan aktivitas masyarakat zaman dahulu ingin kami kenalkan kembali kepada generasi muda agar mereka memahami dan mencintai warisan budaya daerahnya,” jelas Iskandar.
Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi serta para dosen dan mahasiswa dari bidang olahraga dan kesehatan yang membantu jalannya perlombaan.
Untuk tahap awal, peserta berasal dari enam sekolah dasar di Kota Sukabumi. Ke depan, Dishub akan melakukan giliran kepada sekolah-sekolah lain agar semakin banyak pelajar yang dapat merasakan pengalaman bermain permainan tradisional.
“Alhamdulillah antusiasme peserta maupun guru sangat luar biasa. Masing-masing sekolah membawa pendukung sehingga suasana menjadi semakin meriah. Ditambah lagi masyarakat yang sedang berkunjung ke Car Free Day ikut menyaksikan perlombaan, sehingga kegiatan ini benar-benar menjadi ruang bersama untuk melestarikan budaya Sunda,” pungkasnya.

