Nasional

Presiden Prabowo Minta Penanganan Karhutla Dilakukan Maksimal dan Terkoordinasi

×

Presiden Prabowo Minta Penanganan Karhutla Dilakukan Maksimal dan Terkoordinasi

Sebarkan artikel ini
Potret ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (TV Parlemen/dok/Yosep Taryawan)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi.

Dikutip Sukabumiku, Selasa (11/8/2026), arahan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers kepada awak media di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Senin (10/8/2026).

Prasetyo mengatakan pemerintah terus memantau karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

Baca Juga : Ide Jualan Kekinian: Resep Corndog Cheetos Isi Mozarella, Gurih dan Lumer

“Dalam rangka atau dari masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah, dan yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Prasetyo dalam keterangannya.

Kebakaran Bromo Tengger Semeru Jadi Perhatian

Menurut Prasetyo, perhatian pemerintah salah satunya tertuju pada kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, kemudian dengan Pangdam, dengan Kapolda, kemudian dengan Menhut, beserta dengan seluruh jajaran dan Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas,” ungkap Prasetyo.

Selain penanganan langsung di lapangan, pemerintah juga menyiapkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengendalian karhutla.

Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah pada Senin pagi telah menggelar rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna merancang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi teknis sehingga tidak dapat dilakukan di seluruh wilayah.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan karhutla sekaligus mengoordinasikan kesiapan berbagai sarana pendukung, termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat yang dapat digunakan dalam penanganan kebakaran.

Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Di tengah upaya penanganan karhutla, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi cuaca yang sangat kering dinilai membuat sejumlah wilayah semakin rentan terhadap munculnya percikan api yang dapat berkembang menjadi kebakaran tidak terkendali.

“Sambil juga tentunya kita mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa memang ini kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” tutur Prasetyo.

Pemerintah berharap masyarakat turut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla dengan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya selama kondisi cuaca kering masih berlangsung.(SE)