SUKABUMI — Penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), masih terus dilakukan setelah asap kembali terpantau pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat tim gabungan bersama para relawan harus kembali melakukan penanganan untuk memastikan tidak ada titik panas yang berkembang menjadi kebakaran baru.
Balai Besar TNGGP menyebutkan, pada pemantauan pagi hari ditemukan beberapa titik panas yang masih mengeluarkan asap di area terdampak kebakaran.
Baca Juga: MAN 2 Kota Sukabumi Perkuat Pembinaan Keagamaan, Program Tahfidz hingga Keputrian Diselaraskan
Tim TNGGP bersama Kodim 0608/Cianjur, SPORC, volunteer, dan unsur masyarakat kemudian melakukan penyisiran sekaligus penanganan terhadap titik-titik tersebut.
Hasil pemantauan awal menunjukkan tidak ditemukan potensi kebakaran lebih lanjut di sekitar lokasi, namun kondisi kembali berubah beberapa jam kemudian.
Pada pukul 12.07 WIB, asap kembali terpantau di area yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Tim gabungan langsung melakukan penanganan dengan menyiramkan flame freeze hingga asap tidak kembali muncul.
Baca Juga: Para Ketua Partai di Kota Sukabumi Dikumpulkan Wali Kota, Isu Pinjaman ke PT SMI Mencuat
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan Gunung Gede Pangrango masih menghadapi situasi yang dinamis.
Balai Besar TNGGP pun memastikan pemantauan dan penyisiran akan terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemunculan kembali titik panas.
Penguatan personel juga dilakukan pada Kamis dengan memberangkatkan tim gabungan sebanyak 35 personel yang terdiri atas unsur TNGGP, Kodim 0608/Cianjur, Polres Cianjur, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), dan volunteer.
Puluhan personel tersebut bergabung dengan tim yang sebelumnya telah berada di lokasi untuk memperkuat pemantauan, penyisiran, dan penanganan kebakaran.
Penambahan maupun pergantian personel akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala Balai Besar TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi asap yang muncul di kawasan terdampak.
Balai Besar TNGGP juga mengapresiasi gotong royong masyarakat, volunteer, petugas lintas instansi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pengendalian kebakaran.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kawasan konservasi TNGGP, dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

