SUKABUMI – MAN 2 Kota Sukabumi memperkuat pembinaan keagamaan peserta didik dengan menyatukan langkah berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program keagamaan di lingkungan madrasah.
Upaya tersebut dilakukan melalui briefing koordinasi yang mempertemukan pimpinan madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Tim Keagamaan, Tim Keputrian, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta Pembina IRMA di Aula MAN 2 Kota Sukabumi, Rabu (12/8/2026).
Kepala MAN 2 Kota Sukabumi, Raden Andriani Lestari, memimpin langsung koordinasi tersebut didampingi Wakil Kepala Madrasah bidang Akademik dan Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan.
Baca Juga: Mahasiswa KKM STAI Palabuhanratu Ajak Anak Desa Hegarmanah Cintai Al-Qur’an
Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi sejumlah program sekaligus menyusun arah pembinaan keagamaan agar lebih terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Salah satu perhatian utama dalam pembahasan itu adalah keteladanan guru karena sikap dan perilaku pendidik dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa.
Kepala madrasah juga mengingatkan agar setiap program keagamaan tetap dilaksanakan secara proporsional sehingga tidak menjadi beban bagi peserta didik maupun madrasah.
Salah satu program yang turut dibahas adalah rencana pengajian bulanan IMAN/Jimat yang akan disesuaikan dengan kondisi dan agenda madrasah.
Baca Juga: Mahasiswa STAI Palabuhanratu Edukasi Bahaya Bullying kepada Anak PAUD di Sagaranten
Selain itu, MAN 2 Kota Sukabumi juga akan memperkuat program Tahfidz bagi siswa kelas X dengan target hafalan yang disesuaikan berdasarkan karakteristik peserta didik.
Target tersebut nantinya dibedakan antara kelas unggulan dan kelas reguler sehingga pembinaan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan serta kondisi masing-masing siswa.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan, madrasah juga merencanakan pembentukan satuan tugas atau Satgas yang bertugas membantu pengaturan dan koordinasi berbagai kegiatan keagamaan.
Ketua Keagamaan MAN 2 Kota Sukabumi Amar Fasyni, mengatakan koordinasi diperlukan agar seluruh program memiliki arah yang jelas dan dapat dilaksanakan secara bersama-sama.
Baca Juga: Kreativitas dan Gotong Royong Warga Sagaranten Semarakkan Karnaval HUT RI
“Koordinasi ini penting agar program keagamaan dapat dilaksanakan secara terencana, bersama-sama, dan tetap menyesuaikan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DKM Papin Mansur, menilai masjid memiliki posisi strategis dalam proses pembinaan peserta didik di lingkungan madrasah.
“Kegiatan keagamaan harus mampu menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan dan tempat peserta didik semakin dekat dengan nilai-nilai Islam,” tuturnya.
Penguatan pembinaan juga dilakukan melalui program Keputrian yang ditujukan untuk memberikan ruang pembelajaran dan pembinaan khusus bagi peserta didik putri.
Koordinator Keputrian Tina Haryati, mengatakan program tersebut diharapkan dapat membantu siswi memahami nilai-nilai keislaman sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Program Keputrian diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan bagi siswi agar memiliki pemahaman keislaman yang baik serta mampu menerapkannya dalam kehidupan,” ujarnya.
Kepala MAN 2 Kota Sukabumi menegaskan seluruh program keagamaan yang dirancang bukan sekadar agenda rutin madrasah, melainkan diarahkan untuk memperkuat karakter sekaligus mendekatkan peserta didik kepada nilai-nilai agama.

