JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.870 hingga Rp17.920 per dolar AS.
Dikutip SukabumiKu.id, Jumat (14/8/2026), berdasarkan data RTI Infokom, rupiah berada di level Rp17.868 per dolar AS hingga perdagangan Kamis (13/8/2026). Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sekitar 0,09 persen.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia. Baht Thailand tercatat turun 0,30 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, won Korea Selatan turun 0,44 persen, dan yuan China terkoreksi 0,03 persen.
Baca Juga : Resep Dadar Gulung Ubi Ungu, Lembut dan Manis dengan Isian Vla Jagung
Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya masih mencatatkan penguatan. Dolar Hong Kong naik 0,01 persen, yen Jepang menguat 0,02 persen, sedangkan dolar Taiwan meningkat 0,19 persen.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah antara lain dipengaruhi oleh ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang masih berlangsung.
Selain itu, pasar juga mencermati kemungkinan The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga setelah inflasi AS menunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga : Resep Jamu Anti Maag, Minuman Tradisional dari Jahe dan Kunyit
Menurut Ibrahim, apabila harga minyak dunia kembali mengalami penurunan, terdapat peluang bagi The Fed untuk mengambil kebijakan penurunan suku bunga.
Dari dalam negeri, sentimen positif bagi rupiah datang dari keputusan penyedia indeks MSCI Inc. yang mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market.
Keputusan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan domestik.
Rupiah Sempat Menguat 0,28 Persen
Pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat menunjukkan penguatan setelah sempat diproyeksikan mengalami tekanan.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.867 per dolar AS atau menguat sekitar 0,06 persen.
Penguatan tersebut berlangsung di tengah perhatian pelaku pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).
Pada pukul 12.01 WIB, rupiah kembali menguat 0,27 persen atau 49 poin ke level Rp17.828 per dolar AS.
Penguatan berlanjut hingga penutupan perdagangan. Pada pukul 15.37 WIB, berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah tercatat menguat 0,28 persen ke level Rp17.827 per dolar AS dari posisi sebelumnya sekitar Rp17.877 per dolar AS.
Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter Amerika Serikat, dinamika geopolitik, serta sentimen dari pasar keuangan domestik.(SE)

