Kota Sukabumi

Makna Maulid Nabi, Heri Gunawan: Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan

×

Makna Maulid Nabi, Heri Gunawan: Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan. (FOTO : Rizky/Sukabumiku.id)

SUKABUMI — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda seremonial keagamaan. Momentum kelahiran Rasulullah SAW dinilai menjadi kesempatan penting bagi umat Islam untuk kembali mengingat, memahami, dan mengamalkan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menjadikan akhlak dan perjuangan beliau sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat lengkap, mulai dari kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, hingga keberanian dalam memperjuangkan kebenaran.

“Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita menghadirkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan kita,” ujar Heri Gunawan.

Ia menilai, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW tetap relevan di tengah kehidupan masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan. Terlebih di era digital, ketika informasi berkembang begitu cepat dan potensi perpecahan akibat hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi semakin mudah terjadi.

Heri mengajak masyarakat untuk meneladani sikap Rasulullah SAW yang mengedepankan persaudaraan, kasih sayang, musyawarah, keadilan, dan sikap menghargai perbedaan.

“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka kecintaan itu harus tercermin dari akhlak dan perilaku kita. Jangan mudah terprovokasi, jangan menyebarkan kebencian, dan mari menjaga persaudaraan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa semangat Maulid Nabi harus mampu mendorong setiap individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Menurutnya, perubahan besar dalam masyarakat dapat dimulai dari perubahan sikap dan keteladanan di lingkungan masing-masing.

Bagi Heri, keteladanan Rasulullah SAW juga penting bagi para pemimpin dan penyelenggara negara. Sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah harus menjadi nilai yang terus dijaga dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.

“Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan. Amanah terhadap kepercayaan rakyat, jujur dalam menjalankan tugas, mampu menyampaikan kebenaran dan memiliki kecerdasan dalam mengambil keputusan,” tuturnya.

Heri berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dapat menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta kepedulian sosial.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, tetapi menjadikan ajaran dan akhlak Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Semoga Maulid Nabi tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua. Mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa yang lebih berakhlak, damai, adil, dan penuh persaudaraan,” pungkasnya.