Berita UtamaKota Sukabumi

14.508 Jiwa di 6 Kecamatan Kota Sukabumi Terdampak Krisis Kekeringan Air

×

14.508 Jiwa di 6 Kecamatan Kota Sukabumi Terdampak Krisis Kekeringan Air

Sebarkan artikel ini
Satgas BPBD Kota Sukabumi saat menyalurkan air bersih di titik lokasi kekeringan. (FOTO : Rizky/Sukabumiku.id)

SUKABUMI – Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Sebanyak 14.508 jiwa yang tersebar di enam kecamatan tercatat terdampak kondisi kekeringan.

Enam kecamatan tersebut meliputi Lembursitu, Warudoyong, Baros, Cikole, Cibeureum, dan Citamiang.

Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi untuk terus melakukan langkah penanganan, salah satunya melalui distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu lokasi yang mendapat distribusi air bersih yakni Perumahan Baros, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros. Penyaluran dilakukan secara langsung oleh tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) BPBD Kota Sukabumi bersama PMI Kota Sukabumi.

Staff BPBD Kota Sukabumi, Yudi, yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak musim kemarau.

Menurutnya, tim BPBD bersama PMI tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga memastikan proses pendistribusian berjalan dengan tertib sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi secara lancar dan merata.

“Distribusi air bersih terus kami lakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat yang terdampak kemarau. Tim di lapangan juga terus melakukan pendampingan agar penyalurannya dapat berjalan dengan lancar dan merata,” ujar Yudi.

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, BPBD mengingatkan masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak. Warga diminta menghemat penggunaan air dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat juga diimbau menampung air dengan baik serta memastikan tempat penyimpanan tetap bersih untuk menjaga kualitas air yang digunakan.

Selain persoalan ketersediaan air, BPBD mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan yang mengering akibat musim kemarau.

Masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memastikan kebutuhan air minum harian tetap tercukupi untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kekurangan cairan.

BPBD Kota Sukabumi mengajak masyarakat untuk tetap saling peduli dan membantu warga sekitar yang mengalami kesulitan air bersih. Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan panggilan darurat BPBD Kota Sukabumi.