SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota meningkatkan pengamanan menjelang dan setelah laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore. Sebanyak 433 personel gabungan disiapkan untuk mengantisipasi potensi kericuhan maupun gesekan antarsuporter di wilayah Kota Sukabumi.
Personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Sukabumi. Pengamanan tidak hanya dilakukan di lokasi tertentu, tetapi juga diperkuat pada sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi terjadi pergeseran massa maupun persinggungan antara suporter.
Pihak kepolisian mengaku telah melakukan pemetaan dan mitigasi terhadap sejumlah wilayah yang sebelumnya sempat terjadi persinggungan antara suporter Persib dan Persija.
“Untuk pengamanan sepak bola yang akan berlangsung besok hari Sabtu sore antara Persija dan Persib, kita dari Polres Sukabumi Kota mengerahkan kurang lebih 433 personel. Itu gabungan antara Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Sukabumi,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Suntot Kunto Wibowo.
Menurutnya, pengamanan akan diperkuat terutama di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi pertemuan atau gesekan antarsuporter.
“Kami sudah melakukan mitigasi, sudah melakukan pendekatan kepada beberapa tempat dan tokoh-tokoh masyarakat yang sebelumnya sempat terjadi beberapa persinggungan antara suporter Persija dan Persib,” katanya.
Ia menegaskan, polisi telah mengantisipasi kemungkinan adanya pergeseran massa setelah pertandingan. Sejumlah titik rawan akan diperkuat personel untuk mencegah terjadinya bentrokan.
“Insyaallah kami telah mengantisipasi di beberapa titik yang memang nantinya dimungkinkan dapat terjadi pergeseran ataupun persinggungan antar suporter. Kami akan perkuat di wilayah-wilayah itu,” tegasnya.
Polisi Imbau Suporter Nonton di Sukabumi
Polres Sukabumi Kota juga mengimbau Bobotoh maupun Viking di wilayah Kota Sukabumi tidak perlu berangkat ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan.
Suporter diharapkan menggelar kegiatan nonton bareng di wilayah masing-masing dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami berharap kepada rekan-rekan Bobotoh ataupun Viking yang ada di wilayah Kota Sukabumi tidak usah nonton ke Jakarta. Kita nonton bersama di tempat masing-masing,” ujarnya.
Polres Sukabumi Kota sendiri juga berencana melaksanakan kegiatan nonton bareng bersama masyarakat. Namun, pengamanan tetap menjadi prioritas utama jajaran kepolisian.
“Polres insyaallah nobar bersama-sama dengan masyarakat. Untuk Polres tidak melakukan nobar khusus internal karena kita fokus pada pengamanan,” jelasnya.
Terkait kemungkinan konvoi suporter setelah pertandingan, kepolisian menyatakan tidak melarang selama dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu keselamatan maupun kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Suporter diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm, tidak menggunakan knalpot brong, serta menghormati pengguna jalan.
“Tentu kami tidak melarang rekan-rekan suporter untuk melakukan konvoi. Tentunya ada aturan-aturan yang harus dipatuhi, seperti tetap menjaga keselamatan berlalu lintas, menggunakan helm, kemudian tidak menggunakan knalpot brong, dan tetap menghargai pengguna jalan lainnya,” tuturnya.
Polisi berharap euforia pertandingan dapat berlangsung secara sportif tanpa berujung pada bentrokan atau gangguan keamanan.
“Apabila konvoi tertib, kita pun senang dan masyarakat akan merespons dengan baik. Kita sama-sama menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya.

