Ekbis

Tangerang 10K Diikuti 3.000 Pelari, The Ultimate10K Series Sisakan Final di Semarang

×

Tangerang 10K Diikuti 3.000 Pelari, The Ultimate10K Series Sisakan Final di Semarang

Sebarkan artikel ini
Sekitar 3.000 pelari mengikuti Tangerang 10K. The Ultimate10K Series 2026 kini menyisakan Semarang sebagai seri penutup pada Desember. (Foto: Istimewa)

TANGERANG – Sekitar 3.000 pelari meramaikan Tangerang 10K di Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026). Ajang tersebut menjadi seri ketiga The Ultimate10K Series Powered by bank bjb 2026 sekaligus menandai tersisanya satu perlombaan sebelum rangkaian berakhir di Semarang.

Tangerang 10K merupakan kelanjutan dari bank bjb Bandoeng10K di Bandung dan Suroboyo10K di Surabaya. Setiap penyelenggaraan membawa karakter kota masing-masing, termasuk dukungan masyarakat dan potensi ekonomi yang berada di sekitar lintasan.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menilai penyelenggaraan Tangerang 10K mendapat respons positif dari peserta maupun masyarakat. Dukungan warga juga terlihat melalui 22 titik cheering point yang tersebar di sepanjang rute.

Olahraga dan ekonomi lokal

Tangerang 10K tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi pelari. Kehadiran peserta dari berbagai daerah turut membuka ruang bagi aktivitas ekonomi lokal, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner hingga ritel.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan bahwa kegiatan olahraga seperti Tangerang 10K dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan olahraga dengan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.

Konsep tersebut juga menjadi bagian dari The Ultimate10K Series yang menghubungkan empat kota melalui kegiatan lari, sekaligus memperkenalkan karakter dan potensi masing-masing daerah.

Direktur Operasional bank bjb Herfinia mengatakan rangkaian tersebut dirancang tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat.

“Setelah melalui bank bjb Bandoeng10K, Suroboyo10K, dan kini Tangerang10K, kami melihat setiap kota memiliki karakter dan potensi ekonominya masing-masing. Bagi bank bjb, rangkaian ini bukan hanya mengenai perlombaan lari, tetapi juga bagaimana olahraga dapat mempertemukan masyarakat, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai potensi ekonomi lokal,” ujar Herfinia.

Pelaku usaha lokal juga mendapat ruang melalui Teras bjb untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi dengan masyarakat yang hadir selama rangkaian kegiatan.

“Kami melihat event seperti Tangerang 10K sebagai momentum yang dapat menggerakkan aktivitas ekonomi kota. Melalui Teras bjb, kami memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk hadir dan berinteraksi dengan masyarakat. Harapannya, manfaat dari penyelenggaraan event dapat dirasakan lebih luas,” jelasnya.

Dukungan warga di sepanjang lintasan

Antusiasme warga menjadi bagian lain dari pengalaman peserta Tangerang 10K. Puluhan titik dukungan masyarakat membuat suasana perlombaan tidak hanya berpusat di garis start dan finis.

Adi Prinantyo menyebut karakter masyarakat Tangerang yang beragam turut memberikan warna dalam penyelenggaraan lomba. Dukungan warga di sepanjang rute juga menjadi salah satu pengalaman bagi pelari saat menempuh jarak 10 kilometer.

Selain kategori umum, Tangerang 10K menghadirkan kategori The Frontliner dan National Podium untuk memberikan ruang bagi pelari kompetitif menguji kemampuan mereka.

Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) juga menilai kehadiran kategori tersebut dapat menjadi ruang kompetisi sekaligus kesempatan bagi pelari untuk mengukur perkembangan performa.

Kondisi peserta terpantau baik

Dari sisi kesehatan, Medical Director Tangerang 10K, dr. Wawan Budisusilo, menyampaikan kondisi pelari secara umum terpantau baik dan terkendali selama perlombaan.

Tim medis dan fasilitas kesehatan disiapkan sesuai protokol. Pemantauan juga mencakup kondisi cuaca, kualitas udara serta potensi paparan abu vulkanik.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, tidak terdapat gangguan signifikan terhadap pelaksanaan Tangerang 10K.

Semarang menjadi final race

Setelah Tangerang, The Ultimate10K Series Powered by bank bjb 2026 menyisakan satu seri terakhir, yakni Semarang 10K yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 13 Desember 2026 di kawasan Balai Kota Semarang.

Semarang akan menjadi kota keempat sekaligus penutup perjalanan rangkaian yang sebelumnya berlangsung di Bandung, Surabaya dan Tangerang.

Pemerintah Kota Semarang sebelumnya melihat penyelenggaraan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat sport tourism dengan menggabungkan olahraga dengan potensi wisata, sejarah dan kuliner kota.

Bagi peserta yang mengikuti rangkaian secara penuh, Semarang menjadi titik akhir perjalanan empat seri. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian juga menjadi bagian dari The Ultimate10K Experience dengan apresiasi berupa medali khusus sesuai program yang telah disiapkan penyelenggara.

“Setelah Bandung, Surabaya, dan Tangerang, perjalanan The Ultimate10K Series akan ditutup di Semarang. Setiap kota memberikan pengalaman yang berbeda, baik dari karakter masyarakat, rute, komunitas, maupun potensi ekonomi lokal,” kata Herfinia.

“Kami berharap seri terakhir di Semarang dapat menjadi penutup yang baik sekaligus mempertemukan kembali pelari, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam satu rangkaian kegiatan olahraga,” lanjutnya.

Adapun rangkaian The Ultimate10K Series 2026 terdiri dari bank bjb Bandoeng10K di Bandung pada 17 Mei, Suroboyo10K di Surabaya pada 7 Juni, Tangerang10K pada 13 September, serta Semarang10K yang dijadwalkan pada 13 Desember 2026.

Dengan berakhirnya Tangerang 10K, perjalanan empat kota tersebut kini tinggal menyisakan Semarang sebagai final race.

“Setiap kota memiliki karakter dan kekuatan masing-masing. Keberagaman tersebut yang membuat perjalanan The Ultimate10K Series menjadi menarik. Setelah Tangerang, kami menantikan Semarang sebagai final race dan berharap rangkaian ini dapat memberikan pengalaman yang positif bagi pelari, komunitas, masyarakat, serta pelaku usaha di setiap kota penyelenggara,” tutup Herfinia.