Berita Utama

Total Kebakaran 2,3 Hektare Lahan TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, BPBD Siapkan Langkah Strategis

×

Total Kebakaran 2,3 Hektare Lahan TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, BPBD Siapkan Langkah Strategis

Sebarkan artikel ini
Petugas pemadam kebakaran dan BPBD saat berupaya memadamkan api. (FOTO : Rizky/Sukabumiku.id)

SUKABUMI — Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, tercatat membakar sekitar 2,3 hektare lahan. Pascakebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan tidak terjadi kembali kebakaran di kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph, mengatakan penanganan pascakebakaran masih terus dilakukan. Menurutnya, meski api telah berhasil ditangani, kawasan TPA tetap perlu mendapatkan pengawasan untuk mengantisipasi munculnya bara atau titik panas baru.

“Info terakhir dari lingkungan hidup, total lahan yang terbakar sekitar 2,3 hektare,” ujar Yoseph.

Ia mengatakan, BPBD tidak hanya membantu damkar dalam penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga melanjutkan pemantauan setelah api padam.

“Untuk pascakebakaran, kita melakukan kaji cepat lanjutan lebih dari 24 jam. Ini untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengantisipasi apabila masih ada bara atau hotspot,” katanya.

Menurut Yoseph, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiagakan personel dan melakukan patroli secara berkala di kawasan TPA Cikundul.

“Kita menyiagakan dan melakukan patroli Satgas BPBD dan Damkar Kota Sukabumi. Dalam pelaksanaannya juga dibantu TNI dan Polisi,” ungkapnya.

Selain patroli secara langsung, BPBD juga menggunakan teknologi untuk memantau kemungkinan adanya titik panas.

“Monitoring hotspot dilakukan menggunakan drone thermal dan juga secara manual. Kita pastikan api tidak merambat dan tidak ada titik panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” jelas Yoseph.

Yoseph menjelaskan, BPBD juga melakukan assessment gabungan bersama sejumlah perangkat daerah untuk mengetahui dampak kebakaran secara lebih menyeluruh.

“Assessment dilakukan bersama BPBD, DLH, Dinkes dan kecamatan. Yang kita cek antara lain luas area yang terbakar, estimasi kerugian, termasuk kondisi dan kualitas udara,” katanya.

Selain dampak kebakaran, kondisi timbunan sampah pascakebakaran juga menjadi perhatian.

“Kita juga melakukan stabilisasi tebing sampah. Ini penting untuk mencegah longsor susulan karena struktur sampah setelah terbakar kondisinya rapuh,” ujar Yoseph.

Menurutnya, langkah penanganan juga diarahkan pada pemulihan aktivitas pengelolaan sampah.

“Kita juga melakukan normalisasi layanan sampah secara bertahap,” katanya.

Untuk mencegah api kembali muncul, BPBD bersama pengelola TPA menyiapkan sejumlah langkah teknis.

“Tim TPA akan membuat sekat bakar permanen dari tanah liat antar-sel TPA. Ini menjadi salah satu langkah pencegahan agar apabila terjadi titik api, tidak mudah merambat ke bagian lainnya,” jelas Yoseph.

BPBD juga akan melakukan penyiraman secara rutin setelah kebakaran dinyatakan padam.

“Penyiraman dilakukan rutin setiap hari selama lima hari pascakebakaran. Tujuannya untuk mencegah bara yang masih ada muncul kembali,” ungkapnya.

Yoseph mengatakan, kejadian tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan TPA, termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kita akan melakukan evaluasi SOP TPA. Pembakaran terbuka harus dilarang dan pemadatan serta penutupan harian dengan tanah harus dilakukan,” tegasnya.

Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan secara konsisten agar risiko kebakaran di kawasan TPA dapat diminimalkan.

“Yang kita lakukan bukan hanya menangani kebakarannya, tetapi juga bagaimana mencegah supaya kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya.

Di tengah proses penanganan pascakebakaran, BPBD Kota Sukabumi meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada,” pesan Yoseph.

Ia meminta warga, khususnya yang berada di sekitar TPA Cikundul, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Bagi warga di sekitar TPA Cikundul, wajib menggunakan masker saat keluar rumah. Asap dari TPA berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi balita, lansia, ibu hamil, serta penderita ISPA atau asma,” ujarnya.

BPBD juga meminta masyarakat menutup rapat pintu dan jendela rumah.

“Pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat, terutama malam hari ketika asap cenderung turun,” katanya.

Yoseph juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran.

“Jangan mendekat ke lokasi TPA. Area masih panas, masih ada kemungkinan bara di dalam, dan juga ada potensi longsor sampah. Itu berbahaya,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan.

“Jangan membakar sampah sembarangan. Cuaca panas ditambah angin kencang sangat mudah memicu kebakaran,” ungkap Yoseph.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kembali asap atau bara di sekitar lokasi.

“Kalau melihat asap atau bara baru, segera laporkan kepada Pusdalops BPBD Kota Sukabumi agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Untuk menjaga kesehatan, warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih. Apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap, masyarakat diminta segera mendapatkan pemeriksaan medis.

“Kalau mengalami sesak napas, mata perih atau pusing, segera ke puskesmas terdekat,” pungkas Yoseph.

BPBD Kota Sukabumi memastikan pemantauan kawasan TPA Cikundul akan terus dilakukan setelah kebakaran, dengan melibatkan unsur terkait untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.