SUKABUMI – Penguatan sistem kelistrikan di wilayah Selatan Sukabumi dinilai dapat menjadi salah satu modal penting untuk membuka peluang ekonomi sekaligus mendorong aktivitas masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan, menilai keandalan pasokan listrik perlu berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur dan ekosistem ekonomi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Hal itu menyusul beroperasinya kembali Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV dengan kapasitas 1×60 MVA. Infrastruktur tersebut didukung jaringan transmisi sepanjang sekitar 56,96 kilometer dengan 88 tower.
Baca Juga: Hasim Adnan: Menjaga Bumi Harus Jadi Bagian dari Khidmah NU Abad Kedua
Menurut Hasim, penguatan sistem kelistrikan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai sektor ekonomi di Selatan Sukabumi, mulai dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), industri, perikanan, pertanian, pariwisata hingga ekonomi digital.
Ia menilai ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas usaha.
“Sistem kelistrikan yang tangguh menentukan apakah sebuah usaha bisa berproduksi secara konsisten atau tidak,” kata Hasim.
Baca Juga: Hasim Adnan: Loyalitas NU Harus Berjalan Bersama Nalar
Namun, Hasim mengingatkan bahwa penguatan kelistrikan tidak dapat berdiri sendiri. Menurutnya, manfaat pembangunan energi akan lebih optimal apabila dibarengi dengan infrastruktur dan ekosistem pendukung lainnya.
Ia menyebut sejumlah kebutuhan yang perlu berjalan beriringan, seperti akses jalan, ketersediaan air, jaringan internet, kemudahan perizinan, kawasan usaha hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Hasim, kombinasi berbagai aspek tersebut penting agar penguatan infrastruktur kelistrikan tidak berhenti pada peningkatan pasokan energi, tetapi dapat membuka ruang tumbuh bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Hasim Adnan Soroti Masa Depan Santri di Abad Kedua NU
Dengan pasokan listrik yang lebih andal, sektor usaha di Selatan Sukabumi diharapkan memiliki dukungan yang lebih baik untuk menjalankan aktivitas produksi secara konsisten.
Hal tersebut juga membuka peluang bagi berkembangnya sektor-sektor ekonomi yang membutuhkan dukungan energi, termasuk UMKM, industri, perikanan, pertanian, pariwisata dan ekonomi digital.
Hasim menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan peluang dan manfaat bagi masyarakat.
“Dari energi yang andal, menuju peluang ekonomi yang lebih luas untuk Selatan Sukabumi,” ujar Hasim.

