Berita UtamaKabupaten Sukabumi

5 Bencana Terjadi di Kabupaten Sukabumi, Hujan dan Angin Kencang Picu Kerusakan Rumah hingga Kendaraan

×

5 Bencana Terjadi di Kabupaten Sukabumi, Hujan dan Angin Kencang Picu Kerusakan Rumah hingga Kendaraan

Sebarkan artikel ini
BPBD Sukabumi mencatat lima kejadian bencana akibat longsor serta cuaca ekstrem di Sukaraja, Cikidang dan Cicurug. (Foto: Dok BPBD Kabupaten Sukabumi)

SUKABUMI – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang memicu sejumlah kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat lima kejadian dalam laporan update bencana pada Rabu, 30 September 2026.

Lima kejadian tersebut terdiri dari satu tanah longsor di Kecamatan Sukaraja serta empat kejadian cuaca ekstrem di Kecamatan Cikidang dan Kecamatan Cicurug. Tidak ada korban meninggal dunia, luka-luka maupun hilang dalam seluruh kejadian yang tercatat tersebut.

Manajer Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa petugas melakukan assessment dan koordinasi dengan berbagai unsur di wilayah terdampak untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan penanganan di lapangan.

Baca Juga: Fiskal Terbatas, Pemkab Sukabumi Fokuskan APBD 2027 untuk Pelayanan Publik

Kejadian pertama berupa tanah longsor terjadi di Kampung Cimuncang Pasir Kambing, RT 06/RW 09, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Longsor terjadi setelah gorong-gorong mampet akibat tempat penampungan yang ambruk. Material longsoran kemudian menyumbat gorong-gorong.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat warga yang terdampak maupun mengungsi. BPBD juga mencatat tidak ada korban meninggal dunia, luka-luka ataupun hilang.

Penanganan dilakukan pada Rabu (30/9/2026) dengan cara gotong royong membersihkan material longsoran yang menyumbat gorong-gorong.

Baca Juga: 10 Ruko di Pasar Surade Terbakar, Warga Panik, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Sementara itu, kejadian cuaca ekstrem terjadi di Kampung Mangrod RT 017/RW 002, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 18.25 WIB.

Hujan dengan intensitas sedang disertai angin yang cukup kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa satu unit rumah. Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga yang terdiri dari empat jiwa terdampak dan mengungsi.

Tidak terdapat korban meninggal dunia, luka-luka maupun hilang. BPBD mencatat kebutuhan di lokasi berupa terpal dan material bangunan.

Baca Juga: Tiga Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Sukabumi Mulai Diverifikasi

Tim Pusdalops berkoordinasi dengan perangkat desa, Tagana, Babinsa, Babinmas, Satpol PP, relawan dan warga untuk melakukan assessment ke lokasi kejadian.

Kejadian berikutnya berlangsung di Kecamatan Cicurug. Hujan dengan curah tinggi disertai angin kencang menyebabkan satu pohon tumbang di halaman SMAN 1 Cicurug, Desa Purwasari, pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Pohon tersebut menimpa dua unit mobil dan 10 unit sepeda motor serta tembok di samping sekolah. Tidak ada warga yang terdampak, mengungsi maupun menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Upaya yang dilakukan berupa pembersihan pohon tumbang di lokasi.

Baca Juga: KTR di Kota Sukabumi Dievaluasi, Tiga Lokasi Jadi Sasaran Monitoring

Masih di Kecamatan Cicurug, cuaca ekstrem juga terjadi di Kampung Bojong Pereng RT 03/RW 03, Desa Cibatu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang mengakibatkan auning rumah milik Wahyu menimpa rumah di sampingnya milik Nawiah.

Sebanyak tiga kepala keluarga atau tujuh jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Namun, tidak ada warga yang mengungsi maupun menjadi korban meninggal dunia, luka-luka atau hilang.

BPBD melakukan assessment sebagai langkah penanganan awal di lokasi.

Kejadian kelima terjadi di Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, tepatnya di Kampung Perubahan Sampireun RT 03/RW 05.

Baca Juga: Resep Gule Rampoe, Sayur Khas Aceh dengan Kuah Gurih dan Segar

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB itu juga dipicu curah hujan tinggi disertai angin kencang. Kondisi tersebut mengakibatkan auning rumah milik Hany mengalami kerusakan.

Satu kepala keluarga yang terdiri dari tiga jiwa tercatat terdampak. Tidak ada warga yang mengungsi maupun menjadi korban meninggal dunia, luka-luka ataupun hilang.

P2BK Cicurug kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa, Tagana, Babinsa, Babinmas, Satpol PP, relawan dan warga untuk melakukan assessment di lokasi.

Daeng Sutisna mengingatkan masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi.

Pemantauan dan koordinasi di wilayah terdampak terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi serta kebutuhan penanganan setelah kejadian bencana.

Berdasarkan laporan update kejadian bencana BPBD Kabupaten Sukabumi per 30 September 2026, seluruh kejadian yang tercatat tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sejumlah rumah, kendaraan dan fasilitas terdampak akibat longsor, pohon tumbang serta kerusakan bangunan yang dipicu cuaca ekstrem.