PolitikSosok

Low Profile, Merakyat, dan Bersahaja: Mengenal Lebih Dekat Ketua Golkar Kota Sukabumi Gundar Kolyubi

×

Low Profile, Merakyat, dan Bersahaja: Mengenal Lebih Dekat Ketua Golkar Kota Sukabumi Gundar Kolyubi

Sebarkan artikel ini
Partai Golkar
Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi, H Gundar Kolyubi. Foto:Istimewa

SUKABUMI — Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, kepemimpinan sebuah partai politik tidak hanya ditentukan oleh posisi dan jabatan, tetapi juga kemampuan membangun kedekatan, merawat komunikasi, serta menyatukan berbagai kepentingan di dalam organisasi.

Hal itulah yang kini menjadi bagian dari perjalanan H. Gundar Kolyubi dalam menakhodai DPD Partai Golkar Kota Sukabumi.

Pria kelahiran Sukabumi, 9 Januari 1973, tersebut merupakan figur yang cukup lama berkecimpung dalam dunia organisasi dan politik. Perjalanannya tidak dibangun secara instan. Ia melewati berbagai jenjang organisasi, mulai dari lingkungan kepemudaan, olahraga, hingga struktur kepartaian.

BACA JUGA: Tegas! Usai Terpilih Jadi Ketua H. Gundar Akan Bersih – Bersih Orang Munafik di Tubuh Golkar

Di kalangan pengurus dan kader, Haji Gundar dikenal sebagai sosok yang memiliki karakter low profile. Gaya komunikasinya yang bersahaja dan pendekatan personal menjadi bagian dari identitas kepemimpinannya. Kedekatan dengan masyarakat dan sesama kader menjadi modal sosial yang terus ia bangun selama perjalanan organisasinya.

*Menapaki Politik dari Bawah*

Perjalanan Gundar bersama Partai Golkar telah dimulai sejak lama. Pada 2000–2010, ia dipercaya menjadi Ketua Pengurus Kelurahan Partai Golkar Cisarua. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pintu awal pengabdiannya dalam membangun organisasi partai di tingkat akar rumput.

Kepercayaan kemudian berlanjut. Pada 2010–2015, ia menjabat sebagai Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar Cikole.

Pengalaman di tingkat kecamatan memberinya ruang lebih luas untuk mengenal karakter kader, dinamika organisasi, serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Gundar Qolyubi Serap Keluhan Warga Cikole, Infrastruktur dan Persampahan Jadi Sorotan

Karier organisasinya di tingkat kota berlanjut ketika dipercaya menjadi Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Sukabumi periode 2015–2020. Selanjutnya, pada 2020–2025, ia menduduki posisi Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Kota Sukabumi.

Rentang perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa Gundar bukan sosok baru dalam tubuh Partai Golkar. Ia tumbuh melalui proses organisasi yang cukup panjang, memahami dinamika internal, sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai lapisan kader.

*Terpilih Aklamasi, Amanah Besar Menanti*

Kepercayaan terhadap Gundar mencapai babak baru ketika dirinya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Sukabumi beberapa waktu lalu.

Terpilihnya Gundar tidak terlepas dari perjalanan panjang dan komunikasi emosional yang selama ini dibangun bersama para pengurus serta kader partai.

Namun, bagi Gundar, jabatan Ketua DPD bukan sekadar kehormatan. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan, terutama dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun kembali militansi kader.

BACA JUGA: Reses di Cisarua, Gundar Qolyubi Dorong Kader Posyandu Aktif Cegah Stunting

Ia menyadari bahwa memimpin partai dengan sejarah panjang seperti Golkar membutuhkan kerja kolektif, kesabaran, serta kemampuan merangkul seluruh elemen organisasi.

“Ada rasa tanggung jawab besar yang diamanatkan dari para pemangku suara yang diberikan ke saya, dan akhirnya mendapat mandat dari Ketua DPD Golkar Provinsi. Mudah-mudahan ke depan saya bisa menjadikan Golkar di Kota Sukabumi lebih baik, lebih solid, lebih ada militansi yang kuat, dan kaderisasi. Itu mungkin target saya,” ujar Gundar.

Pernyataan tersebut menggambarkan sejumlah agenda yang ingin menjadi perhatian dalam kepemimpinannya, yakni pembenahan organisasi, penguatan militansi, dan regenerasi kader.

*Meramu Kepengurusan, Menyatukan Perbedaan*

Salah satu tantangan yang dihadapi Gundar adalah menyusun kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Sukabumi yang mampu bekerja secara kolektif.

Baginya, setiap kader memiliki latar belakang, pengalaman, serta kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan potensi yang perlu ditempatkan sesuai kapasitas masing-masing.

Karena itu, ia ingin membangun struktur kepengurusan yang tidak hanya solid secara formal, tetapi juga memiliki iklim komunikasi yang sehat dan produktif.

BACA JUGA: Daniel Mutaqien Tegaskan Golkar Kota Sukabumi Harus Punya Daya Saing Politik Lebih Kuat

“Iya, saya mencoba meramu kepengurusan yang solid sesuai dengan kemampuan masing-masing kader Golkar. Latar belakang kader akan saya tempatkan sesuai porsinya,” katanya.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu gambaran gaya kepemimpinan yang ingin dibangunnya. Tidak semata-mata mengandalkan struktur dan jabatan, tetapi juga mengedepankan kebersamaan serta kemampuan setiap individu dalam menjalankan tugas organisasi.

Bagi Gundar, kekuatan partai tidak hanya berada pada figur ketua. Seluruh kader memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

* Benahi Rumah Sendiri Sebelum Berjuang untuk Masyarakat *

Ada satu hal menarik dari konsep kepemimpinan yang disampaikan Gundar. Ia ingin memastikan pembenahan internal partai menjadi langkah awal sebelum memperluas kerja-kerja politik untuk masyarakat.

Menurutnya, partai politik pada dasarnya merupakan wadah aspirasi masyarakat. Karena itu, organisasi harus terlebih dahulu memiliki fondasi yang kuat agar mampu menjalankan fungsi tersebut.

“Makanya, kita rubah dulu rumah kita, partai kita. Lalu kita semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui Partai Golkar,” jelasnya.

Anggota DPRD Kota Sukabumi Gundar Kolyubi saat melakukan reses di Oasis, Senin (2/6/2025). Foto: sukabumiku.id

Pernyataan itu menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi salah satu prioritas dalam agenda kepemimpinannya.

Baginya, partai yang solid membutuhkan hubungan emosional yang kuat di antara para kader. Komunikasi tidak cukup dibangun ketika ada agenda politik atau kepentingan organisasi tertentu, tetapi harus dirawat secara berkelanjutan.

Ia juga menilai militansi merupakan karakter yang selama ini melekat pada Partai Golkar dan perlu terus dipelihara.

“Partai Golkar itu partai yang mempunyai militansi yang kuat dan mengakar di masyarakat, hal itu yang harus saya kembalikan lagi,” ungkapnya.

* Mengembalikan Kedekatan dengan Akar Rumput *

Dalam pandangan Gundar, kekuatan partai politik tidak bisa dilepaskan dari hubungan dengan masyarakat. Kedekatan tersebut harus menjadi bagian dari kehidupan organisasi, bukan hanya muncul ketika momentum politik berlangsung.

Pendekatan emosional kepada kader dan masyarakat menjadi hal yang ingin terus diperkuat. Sebab, soliditas organisasi menurutnya tidak cukup dibangun melalui instruksi, tetapi juga membutuhkan rasa memiliki dan kebersamaan.

Karakter low profile yang melekat pada dirinya menjadi salah satu pendekatan yang ingin dipertahankan dalam menjalankan amanah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi.

Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi Terpilih, H Gundar Kolyubi. Foto:Sukabumiku.id

Kini, dengan tanggung jawab baru di pundaknya, Gundar dihadapkan pada pekerjaan besar untuk menerjemahkan gagasan menjadi langkah organisasi yang nyata.

Mulai dari menyatukan kader dengan latar belakang berbeda, memperkuat kaderisasi, membangun militansi, hingga menjadikan partai sebagai wadah perjuangan aspirasi masyarakat.

Perjalanan panjangnya di dunia organisasi telah menjadi bagian dari modal pengalaman. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana seluruh gagasan tersebut dapat diwujudkan dalam kepemimpinan yang terbuka, solid, dan dekat dengan masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kepemimpinan partai bukan hanya terletak pada kuatnya struktur organisasi, melainkan juga bagaimana keberadaan partai dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.