SUKABUMI – Edukasi mitigasi bencana mulai dikenalkan kepada anak-anak usia dini di Kabupaten Sukabumi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menggelar edukasi kebencanaan sekaligus simulasi evakuasi gempa bumi di TKS IT Uswatun Hasanah, Kecamatan Cicantayan, Selasa (3/11/2026).
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pengenalan mitigasi bencana kepada anak-anak perlu dilakukan sejak dini dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan pengetahuan kebencanaan sejak usia dini. Harapannya, mereka memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi dan tidak panik dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Daeng.
Baca Juga: Disiapkan Jadi Pusat Aktivitas Warga, Bupati Asjap Sidak Proyek Alun-alun Cibadak
Kegiatan tersebut menghadirkan Tim BPBD Kabupaten Sukabumi sebagai narasumber. Materi disampaikan secara interaktif melalui media boneka tangan MIRA (Mitigasi Riang dan Aman) agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Melalui cerita dan peragaan, anak-anak diperkenalkan pada potensi bencana, khususnya gempa bumi, serta langkah-langkah penyelamatan diri ketika situasi darurat terjadi.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya tetap tenang saat gempa, melindungi kepala, berlindung di bawah meja, serta mengikuti arahan guru menuju tempat yang aman.
Baca Juga: RSUD Sekarwangi Buka Layanan Cathlab, Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Kota
Menurut Daeng, penggunaan boneka tangan MIRA merupakan salah satu cara untuk membuat edukasi kebencanaan lebih menarik bagi anak-anak.
“Kami menggunakan media boneka tangan MIRA supaya materi mitigasi bencana bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga melihat peragaan dan belajar melalui cerita,” jelasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi evakuasi untuk mengenalkan tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi.
Baca Juga: Diresmikan Dandim 0607 Kota Sukabumi, Jembatan Gantung Garuda Cipalasari Resmi Dibuka
Daeng berharap edukasi tersebut dapat membangun kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi potensi bencana.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan harus menjadi prioritas. Anak-anak diharapkan mampu mengingat langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri dan mengikuti arahan guru ketika terjadi bencana,” pungkasnya.

