SUKABUMI – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Rika Yulistina, menyoroti tindakan kekerasan yang viral di media sosial. Sebuah video yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap seorang pelajar di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi viral baru-baru ini.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menyatakan bahwa persoalan penyebab tamparan itu seharusnya tidak diseleikan dengan kekerasan fisik.
“Kalau cuman kecipratan air, kenapa harus nampar yah? kan bisa diomongin baik-baik,” kata Rika kepada sukabumiku.id, Kamis (20/12/2025).
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp21.000 per Gram pada Kamis, 20 November 2025
Anggota Komisi IV yang juga menangani perlindungan perempuan dan anak ini, berharap kasus dapat diselesaikan dengan jalan damai.
“Semoga bisa di selesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan,” tambahnya.
Komentarnya ini muncul merespons video viral yang terjadi di Kampung Citamiang, Ciracap. Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi sukabumiku.id, kejadian itu berawal ketika seorang pelajar SMKN 1 Surade secara tidak sengaja mencipratkan air dari jalan yang berlubang dan mengenai seorang pria yang sedang melintas.
Baca Juga: Pengakuan Reni Korban TPPO Asal Sukabumi: Trauma dan Kapok Kerja ke Luar Negeri
Alih-alih berdialog, pria tersebut langsung memarahi dengan kata-kata kasar dan menampar siswa itu. Video berdurasi lebih dari dua menit itu dengan cepat menyulut amarah netizen.
Banyak yang mengecam sikap main hakim sendiri yang dilakukan pelaku, terlebih korbannya adalah seorang anak di bawah umur. Aksi tersebut dinilai tidak proporsional, mengingat kesalahan yang terjadi adalah kecelakaan kecil yang sangat wajar di jalan desa.

