Berita Utama

Anggota DPRD Kota Sukabumi Fajar Kontara Blak-blakan Soal Fasilitas Olahraga Saat Podcast di PWI Kota Sukabumi

×

Anggota DPRD Kota Sukabumi Fajar Kontara Blak-blakan Soal Fasilitas Olahraga Saat Podcast di PWI Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Fajar Kontara, menyoroti kondisi fasilitas olahraga yang dinilainya membutuhkan banyak pembenahan. Dalam podcast di PWI Kota Sukabumi, ia menyebut revitalisasi sarana dan prasarana olahraga perlu mendapat perhatian serius, terutama gelanggang olahraga dan Stadion Suryakencana.

Fajar menyampaikan penilaian tersebut ketika ditanya mengenai fasilitas olahraga yang perlu diperbaiki serta harapannya kepada pemerintah.

“Sebenarnya kalau penilaian saya pribadi, ini sudah buruk. Kalau penilaian saya, buruk sekali, karena banyak banget yang harus diperbaiki, banyak banget yang harus direvitalisasi, terutama sarana dan prasarana gelanggang olahraga, Stadion Suryakencana,” ungkapnya.

Menurut Fajar, pembenahan fasilitas olahraga juga berkaitan dengan janji kampanye wali kota dan wakil wali kota mengenai pembangunan stadion bertaraf nasional di Sukabumi. Ia berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan dengan baik.

“Karena apalagi ini salah satu program kampanye dari wali kota dan wakil wali kota, akan membangun stadion bertaraf nasional di Sukabumi. Saya harap janji kampanye itu bisa terealisasi dengan baik,” ujarnya.

Dalam pembicaraan tersebut, Fajar turut menjelaskan sikap DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah. Ia menilai setiap kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, kritik diperlukan ketika terdapat hal yang perlu diperbaiki, dengan tetap mengedepankan tujuan membangun.

Sorotan lainnya berkaitan dengan penggunaan fasilitas olahraga sebagai lokasi konser. Fajar tidak mempersoalkan pemanfaatan stadion untuk kegiatan tersebut sepanjang kondisi fasilitas dipulihkan dengan baik setelah acara selesai.

Ia mencontohkan bahwa penggunaan stadion untuk konser juga berlangsung di berbagai daerah, termasuk di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, menurutnya, tanggung jawab terhadap kondisi fasilitas setelah kegiatan harus tetap menjadi perhatian.

“Kalau misalkan fasilitas setelah pelaksanaan konsernya diperbaiki dengan baik, ya enggak jadi masalah,” katanya.

Fajar juga menyinggung keluhan mengenai kondisi Lapang Suryakencana setelah pelaksanaan konser. Ia menyebut faktor hujan turut memengaruhi kondisi lapangan, sehingga perbaikan setelah kegiatan perlu dilakukan dengan baik.

Pembahasan kemudian mengarah pada penerimaan biaya sewa lapangan dan kaitannya dengan anggaran pemeliharaan. Fajar menjelaskan bahwa pembayaran sewa masuk melalui sistem daring ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), bukan langsung kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

Menurut penjelasannya, mekanisme tersebut membuat penerimaan sewa tidak dapat serta-merta digunakan langsung oleh Dispora untuk memperbaiki fasilitas.

“Anggaran sewa dari lapangan itu kan langsung masuk ke online, langsung masuk ke BPKPD, enggak masuk ke Dispora,” jelasnya.