Berita SukabumiBerita UtamaKabupaten Sukabumi

Atap Masjid Sekolah Ambruk di Jampangkulon, Diduga Akibat Bangunan Lapuk

×

Atap Masjid Sekolah Ambruk di Jampangkulon, Diduga Akibat Bangunan Lapuk

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Insiden ambruknya bangunan masjid di lingkungan SMA-SMK Permata Mandiri, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (26/1/2026), menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi bangunan fasilitas publik, khususnya di lingkungan pendidikan.

Meski peristiwa terjadi hanya beberapa menit menjelang pelaksanaan Salat Dzuhur berjamaah, situasi dapat dikendalikan berkat respons cepat guru dan siswa. Begitu terdengar suara genteng jatuh dan rangka atap mulai runtuh, seluruh warga sekolah segera menjauh dari area masjid, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: H. Usep Sponsori Turnamen Futsal Pelajar SMP/MTs di Gunungguruh

Kepala SMA Permata Mandiri, Ridwanulloh, A.Ma.Pust., S.Kom, menuturkan bahwa faktor utama penyebab ambruknya atap masjid diduga karena usia bangunan yang sudah tua serta struktur penyangga yang lapuk. Kondisi tersebut membuat bangunan tidak lagi mampu menahan beban atap secara optimal.

Namun di balik musibah tersebut, Ridwanulloh menekankan adanya nilai positif berupa kesiapsiagaan dan kepedulian bersama. “Alhamdulillah, guru dan siswa sigap menyelamatkan diri. Ini menunjukkan kesadaran akan keselamatan sudah cukup baik,” ujarnya.

Masjid berukuran sekitar 10 x 12 meter itu selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan bagi warga sekolah. Pasca kejadian, seluruh aktivitas ibadah terpaksa dialihkan dan dihentikan sementara demi menghindari risiko lanjutan.

Baca Juga: DLH Sukabumi Tegaskan Pengelolaan Limbah Wajib Sesuai Aturan, Pelanggaran Bisa Dilaporkan via E-Lapor

Pihak sekolah menilai kejadian ini sebagai momentum evaluasi, tidak hanya terhadap kondisi fisik bangunan, tetapi juga pentingnya pemeliharaan rutin fasilitas pendidikan. Sekolah berharap ke depan dapat membangun kembali masjid yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Selain itu, sekolah bersama komite dan orang tua siswa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapan besar disampaikan kepada pemerintah daerah, instansi terkait, serta para dermawan untuk turut berpartisipasi membantu proses rehabilitasi dan pembangunan kembali masjid sekolah.

Musibah ini bukan hanya soal kerusakan bangunan, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dan kepedulian untuk menjaga keberlangsungan pendidikan dan pembinaan karakter religius di SMA-SMK Permata Mandiri.