SUKABUMI – Aktris Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman masa lalunya terkait praktik child grooming yang pernah dialaminya saat masih berusia remaja. Pengakuan tersebut disampaikan Aurelie melalui memoar berjudul Broken Strings, yang belakangan menjadi perhatian publik.
Aurelie menjelaskan bahwa kisah tersebut ia bagikan sebagai bentuk refleksi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya child grooming, yang kerap berlangsung secara terselubung dan sulit dikenali. Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini tidak bertujuan mencari sensasi, melainkan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap perlindungan anak.
Isu yang diangkat Aurelie menuai beragam respons dari masyarakat. Sejumlah pihak memberikan dukungan dan menilai langkah tersebut penting untuk membuka ruang diskusi tentang kekerasan non-fisik terhadap anak, khususnya yang berdampak pada kesehatan mental korban dalam jangka panjang.
Baca Juga : Ramuan Obat Kuat Stamina Pria dengan Akar dan Buah Pinang
Sejumlah lembaga pemerhati anak turut mengapresiasi upaya Aurelie dalam menyuarakan isu child grooming. Mereka menilai pengalaman personal yang dibagikan dapat menjadi sarana edukasi agar keluarga dan lingkungan lebih waspada terhadap potensi kekerasan terhadap anak.
Child grooming sendiri merupakan praktik manipulasi emosional yang dilakukan pelaku untuk membangun kedekatan dengan anak di bawah umur dengan tujuan eksploitasi. Praktik ini sering kali tidak disadari oleh korban maupun orang terdekat, sehingga pencegahan dan edukasi publik menjadi hal penting.(SE)

