SUKABUMI – Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi F-1104-VB mengalami kecelakaan tunggal setelah terjun ke parit sedalam sekitar lima meter di Kampung Babakan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/1/2026). Insiden tersebut terjadi di jalur alternatif yang menghubungkan dua desa dan dua kecamatan.
Warga setempat menyebutkan, jalan di lokasi kejadian dikenal sempit dan rawan kecelakaan. Lebar jalan yang hanya sekitar dua meter kerap menyulitkan kendaraan roda empat untuk melintas dengan aman, terutama bagi pengendara yang belum mengenal kondisi medan.
Salah seorang warga, Sutardi, menuturkan bahwa sebelum terperosok ke parit, mobil sempat bersentuhan dengan pengendara sepeda motor. Kendaraan sempat berhenti, namun ketika kembali berjalan justru melenceng ke sisi kanan jalan hingga akhirnya jatuh ke parit.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Kembali Mengalami Kenaikan
“Jalannya memang sempit dan sering terjadi kecelakaan. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, minimal dipasang pembatas jalan,” ujar Sutardi.
Pemilik rumah yang berada tepat di sekitar lokasi kejadian, Een Suherman, mengaku terkejut saat mendengar suara benturan keras dari arah belakang rumahnya. Ia sempat mengira suara tersebut berasal dari pergeseran batu.
“Awalnya saya kira hanya suara batu, ternyata mobil sudah jatuh ke parit. Beruntung saat itu saya sedang tidak berada di rumah,” katanya.
Pengemudi mobil Avanza dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut. Namun, yang bersangkutan memilih tidak memberikan keterangan kepada awak media.
Baca Juga: Duka Dunia Hiburan 2026, Influencer Lula Lahfah dan Istri Pesulap Merah Berpulang
Sementara itu, Sekretaris Desa setempat menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut berada di perbatasan wilayah Desa Cisaruan dan Desa Balekambang, sehingga penanganan infrastruktur membutuhkan koordinasi lintas wilayah.
Menurutnya, pelebaran jalan menjadi tantangan tersendiri karena berkaitan dengan pembebasan atau hibah lahan dari warga. Meski demikian, pemerintah desa berencana segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membangun pembatas jalan demi mengurangi risiko kecelakaan serupa.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kendaraan masih berlangsung dengan pengamanan dilakukan oleh warga sekitar.

