SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kualitas masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga lewat gagasan dan penerapan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sosial.
Pandangan tersebut disampaikan Ayep saat menghadiri saresehan Universitas Madani Nusantara (UMN) bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di kampus UMN, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-16 UMN sekaligus Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, sivitas akademika, alumni, dan masyarakat untuk membahas peran pendidikan dalam pembangunan.
“Universitas menjadi penyangga bagi Kota Sukabumi yang siap mengimplementasikan nilai-nilai kebenaran,” ujar Ayep.
Menurut Ayep, keberadaan perguruan tinggi menjadi salah satu modal penting bagi perkembangan Kota Sukabumi. Kampus memiliki ruang untuk melahirkan pemikiran, memperluas wawasan, serta mendorong penerapan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Peran tersebut dinilai penting di tengah kebutuhan pembangunan daerah yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memerlukan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Keterlibatan kalangan akademisi dan alumni dalam forum diskusi juga membuka ruang pertukaran gagasan antara dunia pendidikan dan pemerintah. Dengan demikian, pemikiran yang berkembang di lingkungan kampus diharapkan dapat berkontribusi terhadap kehidupan sosial dan arah pembangunan daerah.
Saresehan tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian perayaan UMN dan KAHMI. Sebelumnya, UMN telah menggelar kegiatan jalan santai yang diikuti lebih dari 3.000 peserta pada pekan sebelumnya.
Jika jalan santai menjadi ruang kebersamaan melalui aktivitas olahraga, saresehan menghadirkan pendekatan berbeda dengan menempatkan pertukaran pemikiran sebagai bagian utama kegiatan.
Peringatan Dies Natalis ke-16 UMN dan Milad ke-60 KAHMI sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi kedua institusi tersebut dalam bidang pendidikan, pengembangan intelektual, dan kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Ayep Zaki dan Bobby Maulana dalam kegiatan itu memperlihatkan keterlibatan pemerintah daerah dalam ruang dialog bersama kalangan pendidikan dan alumni.
Ke depan, kontribusi perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Sukabumi. (Ky)

