SUKABUMI – Sejumlah pedagang di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan maraknya aksi pencurian yang terjadi secara berulang. Yang membuat resah, pelaku diduga merupakan orang dalam yang sudah dikenal para pedagang, termasuk oknum petugas keamanan pasar itu sendiri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian ini sudah berlangsung lama dengan modus yang terorganisir. Dian (34), pedagang sembako, mengaku kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah.
“Bukan sekali doang, nilainya banyak sampai puluhan juta. Kopi, bawang merah, sering hilang. Kalau sedikit mungkin tidak masalah, tapi ini sudah terlalu sering,” keluhnya, Minggu (9/11/2025).
Baca Juga: Gelar Pahlawan Soeharto Disoroti Media Asing, Disebut Abaikan Catatan HAM
Ia bahkan menyebut saat banjir melanda beberapa waktu lalu, bukannya membantu, sejumlah orang justru menyerbu dan mengambil barang dagangannya. Dari rekaman CCTV miliknya, teridentifikasi tiga pelaku dengan pembagian peran: satu orang eksekutor dan dua orang lainnya berjaga.
“Udah jelas di video. Mereka pikir CCTV saya hanya mengarah ke satu titik, ternyata lensanya lebar sehingga bisa merekam semua pergerakan mereka,” jelas Dian.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Ivan. Menurutnya, pencurian terjadi hampir di semua kios dengan barang sasaran utama sayuran dan sembako.
“Dibuka gemboknya, diambil tidak banyak, 5-10 kg, tapi sering. Hampir semua kios di blok sini pernah mengalaminya,” ujarnya.
Yang paling menyakitkan, para pedagang ini masih harus membayar iuran keamanan sebesar Rp5.000 per hari, di samping retribusi pasar.
“Bayar keamanan setiap hari tapi tidak merasa aman. Keluhan sudah berkali-kali, tapi seolah diacuhkan,” tambah Ivan.
Ketua Perwapas Pasar Semi Modern Palabuhanratu, A Karyadi, mengonfirmasi tingginya angka pencurian di pasar tersebut. “Berdasarkan laporan dari para pedagang, praktik pencurian memang sering terjadi. Setelah kami koordinasikan, teridentifikasi tiga terduga pelaku,” jelas Karyadi.
Lebih lanjut ia membeberkan, salah satu terduga pelaku pencurian merupakan karyawan perusahaan keamanan yang ditugaskan di pasar. Sedangkan dua lainnya diduga sebagai koordinator pengamen.
Karyadi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya koordinasi. Termasuk dengan direktur perusahaan penyedia jasa keamanan, UPTD, dan perwakilan pedagang.
“Saat ini kami menunggu proses lanjutan dari Kepolisian, mengingat beberapa korban telah melaporkan secara resmi,” kata dia.
Namun demikian, upaya penyelesaian secara komprehensif masih terkendala. Sejak April lalu, Perwapas sudah mengajukan audiensi ke DPRD dan Bupati Sukabumi untuk menyampaikan keluhan para pedagang.
“Sayangnya hingga kini belum ada tanggapan,” pungkas Karyadi.

