SUKABUMI – Bazar Cullinary Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Kompleks Gelanggang Cisaat, tidak hanya menjadi ajang jual beli makanan, tetapi juga ruang promosi cita rasa kuliner khas pelaku UMKM Kabupaten Sukabumi.
Selama sepekan pelaksanaannya, bazar tersebut menghadirkan puluhan pelaku UMKM yang menyajikan beragam kuliner mulai dari makanan tradisional hingga jajanan kekinian. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, bahkan banyak pengunjung yang kembali membeli produk yang sama karena tertarik dengan rasanya.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas yang menutup langsung kegiatan tersebut pada Minggu (8/3/2026) menilai kualitas produk kuliner yang disajikan para pelaku UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Baca Juga: Kecelakaan Tunggal di Jalur Bagbagan–Kiaradua, Kendaraan Terbalik di Desa Loji Simpenan
Menurutnya, banyaknya konsumen yang melakukan pemesanan ulang menunjukkan bahwa produk UMKM yang hadir dalam bazar tidak sekadar meramaikan acara, tetapi juga mampu menghadirkan cita rasa yang memikat.
“Artinya produk UMKM yang hadir di sini benar-benar memberikan kualitas rasa yang baik sehingga membuat masyarakat tertarik untuk membeli kembali,” ujarnya.
Ia menilai potensi kuliner lokal seperti ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Sebab, wisatawan yang datang tidak hanya mencari destinasi wisata, tetapi juga pengalaman menikmati kuliner khas daerah.
Baca Juga: SPPG Yayasan Alfathonah Jampangkulon Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi Relawan
Karena itu, ia berharap bazar kuliner seperti ini dapat menjadi salah satu wadah promosi produk lokal yang mampu mengangkat identitas kuliner Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi Hj. Rina Rosmaniar Japar mengatakan kegiatan bazar ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk.
Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya dilakukan dari sisi produksi, tetapi juga melalui perluasan jaringan pemasaran dan peningkatan daya saing produk.
“Kami ingin UMKM Sukabumi terus berkembang dan mampu bersaing, baik dari sisi kualitas produk maupun pemasaran,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukabumi, Hj. Sri Hastuty Harahap, menambahkan tingginya minat masyarakat terhadap bazar tersebut terlihat dari jumlah transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung.
Selama sepekan pelaksanaan, perputaran uang tercatat mencapai lebih dari Rp211 juta. Angka tersebut dinilai cukup signifikan dan bahkan lebih cepat dibandingkan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan bazar kuliner mampu menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan produk UMKM sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal di Kabupaten Sukabumi.

