Nasional

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter dan Potensi Banjir Rob

×

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter dan Potensi Banjir Rob

Sebarkan artikel ini
Waspada Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir Indonesia
Waspada Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir Indonesia. Foto : Sei / sukabumiku.id

SUKABUMI  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi dan banjir pesisir (banjir rob) di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin, 24 November 2025. Peringatan ini dikeluarkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta pelaku aktivitas laut dan pesisir.

BMKG menyampaikan gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di wilayah Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias serta perairan Selat Malaka. Gelombang dengan tinggi tersebut dikategorikan cukup berbahaya bagi kapal nelayan, kapal tongkang, hingga kapal ukuran sedang.

Baca Juga : Ramuan Obat Kuat Pria Ala Sukabumi: Telur Bebek Madu dan Susu Beruang

“Gelombang tinggi ini dipicu peningkatan kecepatan angin serta pola tekanan udara yang tidak stabil di wilayah barat Sumatera,” demikian rilis BMKG.

Potensi Banjir Rob Meluas di Banyak Wilayah

Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir akibat pasang air laut dan cuaca yang tidak stabil. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:

  • Aceh

  • Sumatera Utara

  • Jambi

  • Kepulauan Bangka Belitung

  • Lampung

  • Banten

  • Jakarta Utara

  • Selatan Jawa Barat

  • Jawa Tengah

  • Jawa Timur

  • Nusa Tenggara Barat

  • Kalimantan Utara

  • Kalimantan Selatan

  • Kalimantan Barat

  • Kalimantan Tengah

BMKG meminta masyarakat pesisir untuk waspada terutama pada pagi hingga malam hari, ketika potensi pasang maksimum terjadi. Aktivitas seperti bongkar muat di pelabuhan, usaha tambak, dan permukiman pesisir dapat terdampak oleh naiknya permukaan air laut.

Peringatan untuk Nelayan dan Transportasi Laut

BMKG juga mengimbau pelaku perjalanan laut agar menunda aktivitas jika kondisi tidak memungkinkan. Kapal kecil, termasuk perahu tradisional, dianjurkan menghindari area dengan gelombang tinggi.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta mengkoordinasikan langkah mitigasi, terutama untuk wilayah yang rutin mengalami banjir pesisir.

Masyarakat Diminta Tetap Pantau Informasi Cuaca

BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi seiring masuknya musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Masyarakat diminta mengikuti informasi cuaca resmi BMKG untuk menghindari risiko yang lebih besar.(SE)