SUKABUMI – Hujan dengan intensitas sedang disertai angin sempat mengguyur wilayah Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (9/1/2026) sore. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya kejadian bencana.
Berdasarkan Laporan Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi yang dirilis pukul 08.15 WIB, kondisi wilayah secara umum masih dalam keadaan aman dan terkendali.
“Secara umum kondisi wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau aman dan terkendali. Tidak ada laporan kejadian bencana pada Jumat sore meskipun sempat terjadi hujan sedang disertai angin,” demikian keterangan dalam laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi.
Dalam laporan tersebut disebutkan, cuaca saat ini terpantau cerah dengan suhu udara sekitar 25 derajat Celsius, kelembapan 75 persen, serta angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 3 kilometer per jam.
Meski situasi relatif kondusif, BPBD Kabupaten Sukabumi tetap mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat. Pasalnya, wilayah Sukabumi masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, terutama di wilayah rawan bencana,” tulis BPBD dalam laporan resminya.
Baca Juga: Sidak DPRD Sukabumi Ungkap Masalah Legalitas Tambang PT Wilton-Borneo di Mekarjaya
Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus melakukan pemantauan wilayah melalui berbagai saluran, mulai dari grup komunikasi P2BK se-Kabupaten Sukabumi, media sosial, hingga pemantauan frekuensi radio Ratel. Pengamatan titik rawan bencana juga dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare milik BNPB.
Selain itu, informasi peringatan dini cuaca dan gempa bumi juga disebarluaskan melalui aplikasi BMKG serta sistem peringatan dini Warning Receiver System generasi terbaru.
“Regu piket Pusdalops tetap siaga dengan dukungan personel dan peralatan, termasuk kendaraan operasional, mesin pemotong, dan pompa air, guna merespons cepat apabila terjadi keadaan darurat,” lanjut laporan tersebut.

