SUKABUMI – Aksi begal terhadap driver ojek online di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, berakhir ironis setelah pelaku terluka akibat senjata tajamnya sendiri. Peristiwa yang terjadi Senin (24/11/2025) dini hari ini membuat pelaku harus menjalani perawatan intensif di RS Al Mulk Kota Sukabumi dengan penjagaan ketat polisi.
Kanit Reskrim Polsek Cikembar Ipda Fauzi menjelaskan kejadian tak terduga tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diketahui pelaku terluka karena senjata makan tuan.
“Dia terkena senjata makan tuan. Saat kejadian korban melawan, pelaku menyerang secara membabi buta. Tapi beberapa serangan malah melukai dirinya sendiri, pelaku terluka parah di bagian paha,” ujarnya Fauzi kepada sukabumiku.id.
Baca Juga: Polisi: Begal Apes di Cikembar Sukabumi Masih Jalani Perawatan
Kronologi kejadian bermula ketika korban Hilman Abdul Hakim (30) mengantar pelaku AD (28) menuju daerah Pangleseran. Sesampainya di Jalan Babakan, Desa Parakan Lima, pelaku tiba-tiba memiting leher korban hingga terjatuh, kemudian menyerang dengan senjata tajam jenis karambit.
Korban yang mengalami luka bacok di lengan kanan, paha, dengkul, bahu, dan dada berhasil melawan. Dalam perlawanan itulah terjadi insiden senjata makan tuan yang melukai paha pelaku.
“Dia (begal,red) kemudian berusaha kabur mengendarai motor korban, sesampainya di lokasi masuk ke jalan sempit dan dia sudah tidak kuat. Akhirnya ditemukan warga dan ditolong,” jelas Ipda Fauzi.
Baca Juga: Sopir Mengantuk, Polisi Ungkap Kronologi Truk Kontainer Terjun di Sukalarang Sukabumi
Warga sekitar yang menemukan AD sempat tertipu dan membawanya ke RS Al Mulk untuk diberikan penanganan medis. Sesampainya di RS, AD malah bertemu dengan Hilman si korban/
Korban mengenali pelaku saat sama-sama menjalani perawatan di IGD RS Al Mulk. Keduanya berada dalam satu ruangan setelah dibawa ambulans terpisah dengan jeda 30 menit.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 unit motor Honda Beat Street putih, senjata karambit, pakaian, dan tas pelaku. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20,25 juta.
Baca Juga: Sweeping Maling Domba Picu Tudingan Begal di Cikidang, Polisi: Warga Tak Berhak Merazia
“Yang bersangkutan masih dirawat di RS Al Mulk Kota Sukabumi dan didampingi penjagaan ketat anggota polisi. Penyelidikan lanjutan akan dilanjutkan setelah dia pulih. Tekanan darahnya naik turun,” tandas Ipda Fauzi mengenai kondisi terakhir pelaku begal.
Saat ini korban telah diperbolehkan pulang, sementara proses hukum menunggu pemulihan kondisi pelaku sebelum dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan lebih lanjut.

