SUKABUMI – Perum BULOG kembali melaksanakan program Serap Gabah (SERGAB) Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam melindungi pendapatan petani sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional.
Program SERGAB ini menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan hasil panen petani, khususnya gabah dan jagung pipil, dapat terserap secara maksimal dengan harga yang layak. Melalui program tersebut, BULOG juga berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat nasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengajak para petani agar memperhatikan kualitas hasil panen agar dapat memenuhi standar serapan BULOG. Adapun kriteria utama yang perlu diperhatikan meliputi kematangan panen yang optimal, gabah dan jagung pipil yang bersih dari benda asing, serta kadar air yang sesuai dengan ketentuan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru, Tembus Rp3.168.000 per Gram
“Dengan memperhatikan kualitas hasil panen, gabah dan jagung pipil petani dapat terserap maksimal. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Aep, Kamis (29/1/2026).
Selain itu, Aep juga mendorong petani untuk aktif berkoordinasi dengan petugas lapangan BULOG maupun pengurus kelompok tani setempat, terutama dalam proses pendataan potensi panen di masing-masing wilayah.
Baca Juga: 22 Orang Keracunan MBG di Simpenan Sukabumi, Pihak Dapur Minta Maaf
Menurutnya, koordinasi yang baik akan memperlancar proses serapan hasil panen dan memastikan program SERGAB berjalan efektif serta tepat sasaran.
“Panen tiba, petani sejahtera. Mari bersama-sama kita sukseskan SERGAB 2026 demi pertanian yang kuat dan pangan nasional yang mandiri,” pungkasnya.

